Senin, 23 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Kedu

SMA N 14 Turunkan Biaya PSM

Kamis, 15 Mar 2018 17:49 | editor : Pratono

LEBIH MURAH : Kepala SMA N 14 Semarang saat menjelaskan kepada orang tua murid tentang penurunan dana PSM karena adanya penambahan BOP dari pemprov.

LEBIH MURAH : Kepala SMA N 14 Semarang saat menjelaskan kepada orang tua murid tentang penurunan dana PSM karena adanya penambahan BOP dari pemprov. (Sigit Andrianto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG .ID– SMA N 14 Semarang menurunkan biaya Peran Serta Masyarakat (PSM) yang menjadi tanggungan orang tua siswa. Hal ini menindaklanjuti bertambahnya Biaya Operasional Pendidikan (BOP) yang dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kepala SMA N 14 Semarang, Sulastri mengatakan, selain ditambahkan BOP, pemerintah provinsi juga menanggung gaji GTT dan PTT yang terdaftar dalam Personel, Pendanaan, Sarana dan Prasarana serta Dokumen (P3D). Penambahan inilah yang kemudian, saat dilakukan penghitungan menghasilkan penurunan dana PSM.

”Ini dalam rangka menindaklanjuti komitmen pemerintah provinsi untuk menciptakan sekolah murah,” jelas Sulastri kepada Jawa Pos Radar Semarang sembari menambahkan bahwa rincian tambahan biaya tersebut adalah setiap siswa memperoleh peningkatkan BOP dari Rp 189.000 menjadi Rp 765.000 setiap tahunnya.

Ketua komite SMA N 14 Semarang, Ibnu Soebroto mengatakan, selain penurunan dana PSM, SMA N 14 Semarang juga mengakomodasi siswa tidak mampu untuk dapat bersekolah gratis. Ia menegaskan, SMA N 14 tidak ingin ada generasi penerus bangsa yang putus sekolah karena terkendala biaya.

”Bisa datang ke saya untuk disurvei. Kami ada 166 siswa yang sekolah tanpa biaya atau gratis, dan masih membuka untuk yang berikutnya,” tandasnya dalam sosialisasi review Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) di aula SMA N 14 Semarang, Rabu (14/3/2018).

Rusmiyono, 50, orang tua siswa kelas XI SMA N 14 Semarang mengaku senang dengan adanya penurunan ini, mengingat kondisi ekonomi saat ini dirasa sedang sulit. Penurunan dana PSM ini dinilai mampu menekan pengeluarannya sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan lain dari anaknya.

”Saya berharapnya pemerintah bisa mengkover lebih banyak lagi. Sehingga, biaya pendidikan bisa lebih murah dan anak maupun orang tua bisa lebih semangat untuk menimba ilmu,” harapnya.

(sm/cr4/ton/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia