Senin, 23 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

10 ASN Tepergok Merokok di Kantor

Kamis, 15 Mar 2018 17:44 | editor : Pratono

TERCYDUK : ASN Pemkot Semarang tampak canggung saat diminta untuk mematikan rokok dan menuliskan surat pernyataan tidak akan merokok di ruangan kantor Balai Kota Semarang.

TERCYDUK : ASN Pemkot Semarang tampak canggung saat diminta untuk mematikan rokok dan menuliskan surat pernyataan tidak akan merokok di ruangan kantor Balai Kota Semarang. (Sigit Andrianto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID – Satpol PP Kota Semarang mulai mengambil langkah tegas dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Razia mulai digencarkan. Lingkungan Balai Kota Semarang pun tak luput dari razia. Menyasar para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merokok di dalam ruang kantor yang termasuk KTR.

Dalam razia, Rabu (14/3/2018), setidaknya ada 10 ASN yang ketahuan melanggar KTR. Mereka merokok di ruangan pada jam kerja. Para ASN yang melanggar tersebut diminta menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.

Para ASN yang kedapatan merokok di KTR pun terlihat kaget dan canggung saat didatangi petugas Satpol PP. Seketika mereka langsung mematikan rokok dan menunjukkan raut malu. Bahkan, ada pula yang kabur dan meninggalkan rokok dalam keadaan menyala di asbak. ”Seperti yang dilihat tadi, ada asap, ada rokok tapi tidak ada orangnya,” kata Koordinator lapangan Satpol PP, Agus Dwi H.

Dijelaskan, kegiatan ini adalah bentuk penegakan Perda nomor 3 thun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Sedikitnya ada sepuluh ASN ketahuan melanggar perda KTR ini. Saat ini mereka hanya diberikan tindakan peringatan saja. Nantinya, jika masih merokok di dalam ruangan akan dikenai sanksi tipiring berupa denda Rp 50 juta.  ”Akan berlaku Juni nanti. Saat ini masih kita sosialisasikan,” jelasnya.

Selain di lingkungan kantor, perda ini, juga berlaku di sejumlah tempat seperti tempat ibadah, tempat belajar mengajar dan juga kawasan publik, dalam hal ini taman.

Tri Setyo Budi, salah seorang pelanggar mengaku merokok di lingkungan kantor balai kota karena memang sudah terbiasa. ”Tapi ini saya transit, saya dari Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

Ketua Bidang Pengabdian dan Pelayanan Masyarakat Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Kota Semarang, Abdun Mufid mengatakan, memang sudah saatnya pemkot menegakkan Perda yang kurang lebih sudah berjalan 4 tahun ini. Ia mengaku prihatin karena masih banyak pelanggaran yang dilakukan ASN dengan merokok di dalam ruangan balai kota. 

Ia menilai, mestinya pemerintah memberi contoh karena Perda ini beraku di seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap adanya perhatian serius dari pemkot agar semua kantor-kantor pemerintah bebas dari asap rokok, mulai dari kelurahan, kecamatan kantor dinas termasuk balai kota.

”Kalau tidak bisa ditegakkan di kantor sendiri jangan harap masyarakat akan mematuhi perda tersebut,” tegasna.

(sm/cr4/ton/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia