Senin, 23 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Jual Sabu Dibungkus Permen

Rabu, 07 Feb 2018 12:56 | editor : Pratono

KEMASAN PERMEN : Barang bukti paket sabu yang disita petugas BNNP Jateng dari tersangka Eko Rianto alias ER alias John.

KEMASAN PERMEN : Barang bukti paket sabu yang disita petugas BNNP Jateng dari tersangka Eko Rianto alias ER alias John. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID- Seribu cara dilakukan para sindikat narkoba dalam mengedarkan sabu-sabu. Seperti yang dilakukan Eko Rianto alias ER alias John, 31, warga Getasari, Gladagsari, Ampel, Kabupaten Boyolali. Ia menjual sabu-sabu yang dikemas dalam bungkus permen. Namun sepak terjangnya itu akhirnya terungkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Tengah. Ia ditangkap saat dilakukan penggerebekan di sebuah rumah kos di kawasan Agro Wisata Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jumat (2/2/2018).

KELAS KAKAP: Tersangka Eko Rianto alias ER alias John.

KELAS KAKAP: Tersangka Eko Rianto alias ER alias John. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)


Dalam penggerebekan itu, disita barang bukti paket besar berisi sabu seberat 1 kg yang disamarkan dalam kemasan teh China warna hijau, 19 paket sabu yang dibungkus permen Blaster masing-masing seberat 1 gram, 9 paket sabu yang dibungkus permen polos masing-masing seberat 5 gram.

Selain itu, 3 paket sabu masing-masing seberat 5 gram, dan 54 paket sabu masing-masing seberat 1 gram. Polisi juga menyita 3 handphone, 1 timbangan digital, motor, dan airsoft gun beserta 6 butir peluru.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, terbongkarnya kasus ini berawal saat petugas mendapat informasi dari masyarakat jika di Agro Wisata Kopeng sering dipergunakan transaksi narkoba skala besar. Begitu mendapat informasi tersebut, petugas BNNP Jateng dibantu intelijen BNN melakukan penyelidikan selama sepekan.


Dari penyelidikan itu, petugas berhasil mengendus seorang tersangka yang kerap mengedarkan narkoba di lokasi tersebut. Hingga akhirnya petugas BNNP Jateng menggerebek tersangka saat berada di kamar kosnya di daerah Kopeng.

"Kami tangkap tersangka dengan barang bukti sabu total seberat 1,1 kg," ujar Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru di kantornya Jalan Madukoro, Semarang, Selasa (6/2/2018).

Pengakuan tersangka kepada petugas, sabu seberat 1,1 kg tersebut merupakan sisa dari sabu seberat 4 kg yang sebelumnya diambil di sebuah tempat di Kota Semarang. Dari 4 kg itu, sebanyak 3,9 kg sudah diedarkan di berbagai wilayah di Klero, Tingkir, Tengaran, Getasan, dan Bawen.

Agus menjelaskan, dalam bertransaksi, tersangka meletakkan paket sabu tersebut di sebuah tempat. Nantinya tersangka akan memandu orang yang akan mengambil melalui telepon dari kejauhan. Selain diedarkan di Jateng, sabu tersebut juga dikirim ke Jakarta dan Halmahera melalui jasa Pos Indonesia.


"Modusnya ada yang dibungkus permen, kemudian dipanasi untuk direkatkan. Yang ditemukan ada 19 bungkus permen berisi sabu. Satu permen berisi 1 gram sabu," bebernya.

Agus mengakui, untuk menangkap tersangka, petugas BNNP dan BNN sempat kesulitan mendeteksi. Sebab, tempat tinggal kos tersangka lokasinya di sebuah rumah yang berada di antara kebun di Taman Wisata Kopeng, Dukuh Sleker, Kelurahan Kopeng.

"Kamar yang disewakan menyatu dengan rumah induk dan di sekitarnya tidak ada kamar lain yang disewakan. Tersangka ER alias John sengaja mencari lokasi yang tersembunyi di antara kebun tanaman bunga agar aktivitasnya tidak terpantau," jelasnya.

Agus menambahkan, peredaran sabu seberat 4 kg itu dikendalikan oleh Jiun, narapidana yang kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dekat RS Gracia Jogjakarta. "Pengakuan ER (Eko), dia dikendalikan Jiun, salah satu narapidana di Gracia Jogja," katanya.


Tersangka Eko mengaku, bertugas mengambil sabu sesuai arahan Jiun. Kemudian barang tersebut dikemas dalam paket kecil, termasuk dikemas dalam bungkusan permen, kemudian mengedarkannya. Eko berdalih mengenal Jiun hanya sebatas lewat handphone. "Kenal Jiun dikenalkan sama teman. Sudah 6 bulan mengedarkan ini (sabu). Saya dikasih upah Rp 10 juta kalau sudah mengedarkan 1 kg (sabu)," akunya.


Kabid Berantas BNNP Jateng, AKBP Suprinarto, menambahkan, tersangka biasa melakukan transaksi sejak pukul 04.00 pagi, dengan cara meletakkan paket sabu sesuai alamat yang dipesan. Kemudian konsumen akan dipandu lewat telepon ke lokasi sabu diletakkan. "Jam 04.00 pagi sudah pasang alamat. Paket yang agak besar biasanya disembunyikan di kuburan," katanya.

Saat ini, tersangka mendekam di ruang tahanan Kantor BNNP Jateng. Dari perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 114 jo pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati.

(sm/mha/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia