Senin, 23 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Metro Pekalongan

Terapkan Sistem Hunting, 27 Ribu Pelanggar Ditilang

Rabu, 10 Jan 2018 12:30 | editor : Pratono

TILANG : Sat Lantas Polres Pekalongan melakukan tilang para pengendara motor dengan sistem hunting, di Alun-Alun Kajen Pekalongan.

TILANG : Sat Lantas Polres Pekalongan melakukan tilang para pengendara motor dengan sistem hunting, di Alun-Alun Kajen Pekalongan. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID-Sat Lantas Polres Pekalongan di sepanjang tahun 2017, memberikan tindakan pelanggaran atau tilang sebanyak 27.236 pengendara. Jumlah tersebut meningkat drastis, jika dibandingkan dengan pelanggaran tilang di tahun 2016, yang hanya sebanyak 16.274 pelanggaran.

Menurut Kasat Lantas Polres Pekalongan,AKP Bobby Anugrah Rachman, penurunan tersebut karena pihak Sat Lantas Polres Pekalongan menerapkan sistem hunting di wilayah hukum Kabupaten Pekalongan. Sistem hunting adalah upaya petugas untuk menindak yang kasat mata melakukan pelanggaran.

Seperti yang dilakukan petugas Sat Lantas, yakni melakukan razia dengan sistem hunting di beberapa titik, yaitu di depan Mapolres Pekalongan dan di Komplek Alun-Alun Kajen Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya dalam sistem hunting juga menindak pelanggaran yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Seperti menerobos lampu lalu lintas hingga melanggar marka jalan. “Sistem hunting akan kami terapkan juga di tahun 2018, untuk menekan angka kecelakaan berlalu lintas dan pelanggarannya,” ungkap AKP Bobby.

AKP Bobby juga mengatakan bahwa sistem hunting berbeda dengan stasioner atau penindakan di tempat. Sistem hunting bersifat insidentil, yakni Petugas tak terus menerus berada di tempat tersebut, namun sembari patrol. Kapanpun ada pelanggaran, petugas akan langsung menindak.

Menurutnya, razia dengan sistem hunting tersebut, sengaja dilaksanakan dengan tujuan menekan jumlah pelanggaran dan angka kecelakaan. Melalui aksi hunting ini pihaknya juga senantiasa memberikan teguran, termasuk penindakan tilang kepada masyarakat, dan pengendara yang ditemukan terbukti melanggar peraturan lalu lintas.

"Kami ingin menerapkan kondisi masyarakat yang tertib berlalu lintas. Sesuai pedoman Menuju Indonesia Tertib, Bersatu Keselamatan Nomor Satu," kata AKP Bobby.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, menegaskan bahwa masyarakat dalam berlalu lintas harus melengkapi surat-surat berkendaraan, seperti SMK dan STNK, untuk kepentingan dan keselamatan dirinya.

(sm/thd/ton/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia