Senin, 23 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Features

Jaga Keseimbangan, Hindari Lubang Agar Tidak Terjungkal  

Selasa, 09 Jan 2018 14:15 | editor : Baskoro Septiadi

LEBIH CEPAT: Anggota Satpol PP Kota Semarang saat patroli trotoar Jalan Pemuda dengan segway.

LEBIH CEPAT: Anggota Satpol PP Kota Semarang saat patroli trotoar Jalan Pemuda dengan segway. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang membentuk tim patroli trotoar. Mereka keliling bukan jalan kaki, namun menggunakan alat modern segway. Seperti apa?

Bagi Setyarso Wicaksono, melakukan patroli dengan menggunakan segway bisa dibilang lebih efektif dibandingkan dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Ya, alat yang hanya memiliki lebar sekitar 40 sentimeter ini lebih lincah jika diajak berakselerasi ketika harus berjalan di trotoar. “Sekitar dua bulanan lalu kami latihan dulu, kebetulan saya dipercaya menjadi salah satu personel tim segway,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Setyarso menjelaskan, menggunakan segway untuk berpatroli awalnya bukan perkara muda. Ia dan teman-temannya harus bisa menyimbangkan badan dan menghindari lubang agar tidak terjungkal. Ia mengaku, saat berlatih beberapa kali terjatuh. Namun kini personel tim patroli trotoar Satpol PP sudah biasa menggunakan segway. “Awalnya pasti jatuh, karena harus bisa menyeimbangkan badan. Selain itu, trotoar yang tidak rata dan lubang kecil di trotoar bisa membuat kita terjungkal jika tidak berhati-hati,” ucapnya.

Pada tahap awal ini, tim melakukan patroli di sekitar Jalan Pemuda sampai depan Gedung Lawang Sewu. Jika keadaan padat seperti saat libur Natal dan Tahun Baru lalu, maka difokuskan pada satu tempat. Namun jika tidak, akan dibagi menjadi dua tim, di mana masing-masing tim digawangi 5 orang. Setiap personel yang menggunakan segway pun dilengkapi alat keselamatan seperti sarung tangan, helm, dan kaca mata. “Dengan adanya alat ini tentu lebih terbantu, lebih cepat sampai ke tujuan dan ramah lingkungan,” akunya.

Kepala Satpol PP Kota Semarang,  Endro PM, menerangkan, tim patroli trotoar yang menggunakan segway sementara fokus di trotoar jalan protokol, seperti Jalan Pemuda, Pandanaran, Gajahmada, dan Pahlawan. Selain personel pria, dalam satu tim juga digawangi personel wanita yang lebih fokus untuk melakukan tindakan persuasif. “Tim patroli ini lebih fokus pada tindakan persuasif kepada pelanggar,” ujarnya.

Endro menerangkan, dengan menggunakan segway dinilai lebih efektif dan membantu dalam patroli. Alat itu juga ramah lingkungan, karena tidak menggunakan bahan bakar. Penggunaan segway sendiri merupakan salah satu bentuk inovasi kegiatan Satpol PP dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang. “Sasarannya adalah parkir liar, pedagang kaki lima dan pengemis jalanan, sehingga nantinya trotoar benar-benar nyaman bagi pejalan kaki,” paparnya.

Ia menjelaskan, selain segway, pihak Satpol PP juga terus melakukan patroli dengan menggunakan kendaraan patroli hingga motor trail. Tujuannya, mendukung progam Pemerintah Kota Semarang yang melakukan revitalisasi area pedestrian tidak hanya sebagai tempat pejalan kaki, juga menghadirkan taman-taman di sepanjang pedestrian, sehingga para pejalan kaki dapat merasakan kenyamanan.

Dalam sekali isi ulang baterai, segway bisa beroperasi hingga 7 km dengan durasi 1,5 jam. Alat yang sudah cukup lama populer di luar negeri itu, dibeli dengan harga tertinggi satu unit mencapai Rp 25 juta. “Kami harap karena lebih humanis, cepat dan efektif pelanggaran Perda bisa diminalisir,” harapnya.

(sm/den/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia