Senin, 23 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Taman Margasatwa Semarang Tambah Koleksi 33 Anak Buaya Muara  

Selasa, 09 Jan 2018 13:25 | editor : Baskoro Septiadi

KECIL MENGGEMASKAN, BESAR MENAKUTKAN: Dokter Hewan Taman Margasatwa Kota Semarang, drh Hendrik Tri Setiawan menunjukkan anak Buaya Muara di Bonbin Mangkang.

KECIL MENGGEMASKAN, BESAR MENAKUTKAN: Dokter Hewan Taman Margasatwa Kota Semarang, drh Hendrik Tri Setiawan menunjukkan anak Buaya Muara di Bonbin Mangkang. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - Taman Margasatwa Semarang menambah koleksinya berupa 33 anak Buaya Muara. Sebanyak 33 anak buaya tersebut hasil perkawinan Bagong, buaya jantan yang berusia 35 tahun dan Kampret, buaya betina berusia 30 tahun.

Dokter Hewan Taman Marga Satwa Semarang drh Hendrik Tri Setiawan mengatakan Kampret sebelumnya bertelur sejumlah 61 butir, tetapi dari jumlah tersebut yang menetas hanya 33 anak buaya.

Untuk telur yang tidak menetas, menurutnya bisa karena suhu yang tak sesuai atau tergencet oleh induknya sendiri sehingga suhunya menjadi tinggi melebihi 31 derajat Celcius.  "Kalau suhu diatas 31 derajat Celcius akan menjadi buaya jantan, tetapi kalau dibawah 31 derajat Celsius akan menjadi betina, tetapi kalau suhu terlalu tinggi tidak bisa menetas," paparnya. Hendrik menambahkan anak-anak buaya tersebut untuk sementara waktu diletakkan di kandang ular karena tempat yang terbatas.

Dia menambahkan untuk makanannya berupa daging ayam yang dicincang, anakan kodok, dan udang. Dalam seminggu mereka bisa menghabiskan seperempat sampai setengah daging ayam. Menurutnya, puluhan anak buaya tersebut berusia dua bulan dan ketika musim liburan tahun lalu dimasukkan ke dalam wadah dan banyak penonton yang tidak tahu kalau itu merupakan anak Buaya Muara. “Mereka mengira itu tokek atau anak biawak,” imbuhnya.

Bahkan rencananya setelah anak buaya itu besar akan ditukarkan dengan hewan dari kebun binatang lain. Saat ini Taman Margasatwa Semarang membutuhkan Singa Jantan. “Tetapi tentunya hal itu harus melalui persetujuan dari masing-masing pimpinan,” imbuhnya. 

(sm/hid/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia