Minggu, 22 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Ekonomi

Dinas Terus Dorong UMKM Agar Naik Kelas

Selasa, 24 Oct 2017 10:28 | editor : Baskoro Septiadi

TERUS BERKEMBANG: Sebanyak 98 persen usaha di Jawa Tengah masih dalam taraf mikro dan kecil, termasuk di dalamnya usaha di bidang batik.

TERUS BERKEMBANG: Sebanyak 98 persen usaha di Jawa Tengah masih dalam taraf mikro dan kecil, termasuk di dalamnya usaha di bidang batik. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID –  Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah untuk naik kelas. Berbagai pelatihan dan sertifikasi diberikan untuk merealisasikan hal tersebut.

Kelapa Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah Ema Rahmawati mengatakan, berdasarkan survey Badan Pusat Statistik (BPS), di Jawa Tengah saat ini setidaknya terdapat 5,1 juta Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

“Dari jumlah tersebut, 98 persennya atau sekitar 4 juta lebih merupakan usaha mikro dan kecil. Jadi bisa dikatakan saat ini kita masih dalam taraf mikro dan kecil. Itu yang menjadi PR bersama,” ujarnya, Selasa (24/10/2017).

Terkait hal ini, ucap Ema, kami juga berupaya melakukan berbagai terobosan agar usaha mikro dapat naik kelas ke usaha kecil, begitu juga dengan usaha kecil dapat meningkat ke taraf menengah. Diantaranya dengan memberikan berbagai pelatihan.

“Per tahun setidaknya kami memberi pelatihan dengan kapasitas 156 angkatan. Mulai dari pelatihan vokasi yang meningkatkan berbagai ketrampilan, pelatihan manajerial terkait pemasaran dan tata keuangan, hingga pelatihan kompetensi,” ujarnya.

Pelatihan kompetensi, lanjutnya, juga cukup penting. Dengan pelatihan tersebut, para pelaku usaha maupun perajin mendapatkan sertifikat terkait standarisasi dari bidang yang mereka tekuni. Dengan begitu, harga jual tenaga, keahlian maupun produk mereka bisa meningkat.

Selain itu, para pelaku UMKM juga dibantu dengan memfasilitasi perlindungan produk, mulai dari label halal hingga sertifikasi hak merk. “Dari segi pemasaran juga kita bantu dengan memfasilitasi melalui market-place Sadewa. Sehingga para produk-produk para pelaku UMKM ini juga dapat dikenal dan pemasaran lebih luas,” ujarnya.

(sm/dna/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia