Minggu, 22 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Buron 4 Bulan, 3 Pembunuh Dibekuk

Jumat, 13 Oct 2017 13:15 | editor : Pratono

Para pelaki pembunuhan yang sempat buron, akhirnya ditangkap polisi.

DITANGKAP: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat menginterogasi ketiga tersangka pengeroyokan yang menewaskan korban. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG-Tiga dari empat pelaku pengeroyokan yang menewaskan seorang warga di pertigaan Jalan Ngablak Kidul - Jalan Mukti 1 RT 12 RW 08 Kelurahan Muktiharjo Kidul, Pedurungan berhasil diringkus aparat Reskrim Polrestabes Semarang. Ketiganya, Arif Afriyanto, 21, warga Kampung Jempono; Mochamad Ridwan, 19, warga Jalan Gangin Raya, Bangetayu Wetan, dan Santoso, 29, warga Bangetayu. Mereka ditangkap di rumah masing-masing, Sabtu (7/10/2017) sekitar pukul 15.00. Sebelum dibekuk, ketiganya sempat kabur selama 4 bulan ke luar Kota Semarang usai kejadian.

Ketiga tersangka harus berurusan dengan polisi setelah melakukan pengeroyokan terhadap Oki alias Leker, 23, warga Perum Jatisari Absari Mijen, dan Agung Kurniawan alias Galang, 31, tetangga Oki. Korban Oki selamat dari maut meski mengalami luka tusuk di bagian pipi sebelah kiri. Sedangkan Agung Kurniawan alias Galang tewas di tempat kejadian akibat luka tusukan senjata tajam di bagian perut.

"Pelaku dengan korban ini sebenarnya kawan," ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang Kamis (12/10/2017).

Abiyoso menjelaskan, kejadian ini diawali saat para tersangka dan korban pesta minuman keras jenis ciu di rumah Mochamad Ridwan, Jumat (23/6/2017) sekitar pukul 07.30. Saat pesta miras itu, antara korban dengan para tersangka terlibat cekcok mulut hingga terjadi perkelahian. Puncaknya, tersangka Yanuar alias Klowor, warga Condorejo, Ngablak, Pedurungan melakukan penusukan terhadap korban.

"Saat terjadi cekcok itu, salah satu pelaku mengambil pisau lalu menusukkan ke pipi korban Oki, dan menusuk perut korban Galang. Karena lukanya, Galang akhirnya meninggal," jelasnya.

Dia membeberkan, setelah kejadian itu, para tersangka langsung kabur ke luar kota. "Ada yang kabur ke Kendal, Pati dan ada yang ke Jawa Timur,” katanya.

Setelah para tersangka kembali ke Semarang, petugas langsung melakukan penangkapan di rumahnya. Sedangkan tersangka Yanuar alias Klowor hingga kini masih buron. “Saya yakin, tidak lama dia (Yanuar) juga akan ditangkap,” ujarnya.

Tersangka Santoso mengaku, melakukan pengeroyokan dipicu sakit hati oleh ucapan korban ketika sedang pesta miras. Hingga akhirnya terjadi cekcok dan berujung pengeroyokan. "Dia (Agung) resek, ada orang ketawa saja tidak boleh. Dia juga nantang-nantang katanya tidak takut sama warga sini," terangnya.

Diakuinya, ia dan ketiga temannya tidak kenal dengan korban Agung, dan hanya mengenal Oki. Korban Agung sendiri ikut menenggak miras bersama lantaran diajak Oki. "Kami awalnya tidak kenal dengan korban (Agung, Red). Kami kenalnya sama Oki, dia yang ngajak Agung bertemu kami kemudian minum miras bareng," ujarnya.

Namun demikian, ketiga tersangka mengaku ikut melakukan pengeroyokan terhadap kedua korban. Hingga akhirnya Agung tewas mendapat tusukan sajam oleh Yanuar alias Klowor di bagian perut. Tubuhnya jatuh tertelungkup di pinggir pertambakan warga. "Saya pukul pakai helm," katanya.

Seperti diketahui, korban Agung Kurniawan alias Galang ditemukan warga tewas bersimbah darah di pinggir pertambakan, tepatnya di pertigaan Jalan Ngablak Kidul - Jalan Mukti 1 RT 12 RW 08 Kelurahan Muktiharjo Kidul pada Jumat (23/6) sekitar pukul 07.30. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat pesta miras bersama sejumlah pemuda di sekitar lokasi kejadian.

(sm/mha/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia