Sabtu, 21 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Destinasi

Kecamatan Bawang Jadi Prioritas Visit Batang

Jumat, 13 Oct 2017 09:20 | editor : Pratono

POTENSIAL : Bupati Batang Wihaji bersama masyarakat sekitar meninjau salah satu Curug Gombong di Bawang Batang beberapa waktu lalu.

POTENSIAL : Bupati Batang Wihaji bersama masyarakat sekitar meninjau salah satu Curug Gombong di Bawang Batang beberapa waktu lalu. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG-Memiliki berbagai potensi wisata yang memukau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang akan memprioritaskan Kecamatan Bawang dalam program Visit Batang Year 2022. Selain pengembangan wisata sudah berjalan, juga sudah mulai dikenal masyarakat secara luas.

"Pemkab akan memprioritaskan Kecamatan Bawang untuk mengembangkan potensi wisata alam dalam mendukung Visit to Batang 2022," kata Bupati Wihaji, Kamis (12/10) kemarin.

Alasan Bupati, karena wisata alam di Bawang memiliki panorama yang indah. Potensi wisata yang bisa dikembangkan dari pemandian air panas, berbagai curug serta yang utama tawaran desa wisata Negeri di Atas Awan.

Diungkapkan bupati, tercatat di Bawang ada banyak potensi Air Terjun atau warga lokal menamainya dengan Curug. Seperti Curug Pancawati di Dukuh Mulyodadi Desa Jambangan; Curug Siwungkal di Desa Purbo; Curug Agung di Dukuh Pagedigan, Desa Pasusukan; Curug Mulyosari di Dukuh Mulyosari, Desa Kebaturan; Curug Semawur di Dukuh Geritan, Desa Kalirejo; Curug Sipitung di Dukuh Mulyodadi, Desa Jambangan; dan Curug Sirawe di Dukuh Sigemplong, Desa Pranten.

Sedangkan yang saat ini menjadi tren, katanya, adalah Deles adalah desa yang berada tepat di di lereng Gunung Perahu kompleks Pegunungan Dieng. Memiliki kolam pemandian yang unik dengan air alami yang segar. Saat ini sudah menjadi jujugan wisatawan lokal.

“Kami akan benar-benar serius mengembangkan konsep wisata di Batang. Salah satunya, identias sebagai Kabupaten Seribu Curug. Karena pengembangan curug sebagai destinasi wisata adalah bagian dari program Visit to Batang 2022,” ungkap Wihaji.

Dia mencontohkan Curug Sirawe di Desa Pranten Bawang yang alamnya masih asli. Airnya mengalir dari atas ke bawah sepanjang 80 meter. Di curug itu terdapat hutan, gunung, dan lahan pertanian di bawah lokasi kawasan tersebut. Air curug di sini terasa hangat, hasil pertemuan aliran dua curug di Banjarnegara yang berair panas dan dingin. “Lokasinya juga sangat indah, seperti eksotisme negeri di atas awan, jika menikmatnya pada pagi hari,” serunya semangat.

Menurutnya, destinasi wisata tersebut merupakan kekayaan alam yang luar biasa. Seperti curug dengan air hangat di Pranten bisa menjadi satu-satunya eksotisme alam di Jawa Tengah. “Untuk itu, lokasi curug ini akan kami kembangkan. Bahkan para wisatawan yang ke Dieng, pasti mendatangi Curug Sirawe. Berbagai infrastruktur penunjang sedang kami lengkapi. Demikian juga di curug curug yang lain di Kabupaten Batang,” katanya.

Bahkan Sumber Daya Manusia (SDM) juga turut dibangun. Hal tersebut akan berimbas kepada warga sekitar, jika wisata semakin maju. Untuk itu, pengembangan pendidikan harus terus ditingkatkan.

"Kami harap masyarakat selalu mengutamakan pendidikan kepada anak – anaknya. Ke depan persaingan di segala bidang sangat sengit. Untuk itu lembaga pendidikan merupakan pembentukan SDM yang mampu menjawab tantangan globalisasi di era generasi melenial ini,” imbau Wihaji.

(sm/naf/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia