Senin, 23 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Kedu
Bullying Diduga Terjadi di SMA Taruna Nusantara

Enam Siswa SMA Taruna Nusantara Segera Diperiksa

Rabu, 06 Sep 2017 06:30 | editor : Pratono

KAMPUS TN: Kampus SMA Taruna Nusantara di Kabupaten Magelang tengah jadi sorotan karena diduga terjadi aksi bullying yang menimpa salah satu siswa.

KAMPUS TN: Kampus SMA Taruna Nusantara di Kabupaten Magelang tengah jadi sorotan karena diduga terjadi aksi bullying yang menimpa salah satu siswa. (Mukhtar Lutfi/Jawa Pos Radar Kedu)

MUNGKID— Penyelidikan terhadap laporan kasus dugaan bullying disertai kekerasan terhadap pelajar SMA Taruna Nusantara (TN) berinisial MIH, 15, terus berlanjut. Polres Magelang sudah mengirimkan surat panggilan pemeriksaan terhadap siswa terlapor. Waka Polres Magelang Kompol Heru Budiarto mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat panggilan Selasa (5/9) kemarin. "Hari ini (kemarin) kita kirim surat panggilan kepada para saksi terlapor," kata Kompol Heru.

Wakapolres Magelang Kompol Heru Budiharto

Wakapolres Magelang Kompol Heru Budiharto (Mukhtar Lutfi/Jawa Pos Radar Kedu)

Menurut Heru, surat tersebut dikirim setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan SMA Taruna Nusantara. "Kemarin memang belum kita kirim, karena baru koordinasi lisan saja.” Heru menyampaikan, surat panggilan tidak bisa langsung ditujukan kepada para terlapor. Alasannya, terlapor masih berstatus anak-anak dan bersekolah di SMA Taruna Nusantara. "Terlapor dan saksi yang akan kita panggil ini kan masih anak-anak,” ucap Heru.

Karena itu, lanjut Heru, pihaknya belum bisa memastikan kapan akan dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi. "Mereka kan juga perlu didampingi wali dan penasihat hukum.” Berapa yang dipanggil? Heru mengatakan, tiga hingga enam siswa. Namun, bisa juga bertambah, seiring perkembangan pemeriksaan para saksi.

Penyidik, kata Kompol Heru, sudah memeriksa pelapor, MIH, 15, pekan lalu. Kepada polisi, MIH mengaku mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh enam siswa, teman sekelasnya. Selain dipukuli, korban juga diminta berkelahi dengan temannya sembari divideo.

Aksi bullying dan kekerasan terjadi pada Kamis 31 Agustus 2017 di Wisma Graha Rajawali 1 kompleks SMA Taruna Nusantara. ”Korban anak dengan inisial MIH, 15 tahun, dipukul oleh rekannya di bagian perut dan disuruh berkelahi di dalam musala dengan teman sekelasnya dan direkam oleh teman lain.”

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka di sejumlah bagian tubuhnya. Luka tersebut sudah divisum. “Anak korban diduga terus bercerita kepada orang tuanya, sehingga orang tua tidak terima dan langsung membuat berkas laporan.” Dalam laporannya, EC, ibu MIH melaporkan enam siswa. Ibu EC menginginkan kasus yang menimpa anaknya diselesaikan secara hukum.

(sm/vie/ton/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia