Minggu, 22 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Gara-Gara Dipecat, Coba Bunuh Majikan

Kamis, 10 Aug 2017 16:31 | editor : Pratono

GELAR PERKARA: Kapolres Wonosobo AKBP M Ridwan saat menanyai pelaku percobaan pembunuhan di Mapolres Wonosobo, Kamis (10/8/2017).

GELAR PERKARA: Kapolres Wonosobo AKBP M Ridwan saat menanyai pelaku percobaan pembunuhan di Mapolres Wonosobo, Kamis (10/8/2017). (Sumali Ibnu Chamid/Jawa Pos Radar Kedu)

WONOSOBO – Gara-gara dipecat dari pekerjaannya, Yudiyono, 24, warga Dusun Wringin RT 22 RW IV Desa Tlogoadem Kecamatan Kertek Wonosobo menyimpan dendam. Ia mencoba membunuh majikannya, Lilik Nurwedi, 45, warga Prajuritan Bawah RT 03 RW X Kelurahan Wonosobo Timur.

Pelaku sebelum ini merupakan karyawan korban yang membuka usaha kuliner rumah makan ayam goreng pop H Lilik. Usai Lebaran lalu, Yudiyono diberhentikan sebagai karyawan gara-gara menambah waktu libur sehari. Tak hanya itu, ia diberhentikan tanpa pesangon. Rupanya ini memicu dendam.

“Saya melakukan ini karena sakit hati, beberapa kali dimarahi saat bekerja dan dipecat hanya karena saya menambah sehari saat cuti,” katanyasaat gelar kasus di Mapolres Wonosobo, Kamis (10/8/2017).

Pada 25 Juli lalu, ia berencana membunuh mantan majikannya tersebut. Yudiyono sudah membeli lakban, pisau cutter dan gunting serta menyiapkan kayu pemukul.

Malam harinya pelaku menyelinap di rumah korban dan bersembunyi di dapur lantai 2 yang lampunya mati. Sekitar pukul 21.00 WIB, korban mengecek pintu dapur lantai 2. Yudiyono lantas memukul korban dengan batang kayu kopi yang sudah disiapkan sebanyak 3 kali hingga korban jatuh tersungkur. Ketika akan memukul keempat kalinya, ada teman anak korban yang melihat kejadian tersebut dan membekap pelaku. Korban dan saksi langsung berteriak minta tolong sehingga keluarga dan karyawan korban berdatangan dan membantu menangkap pelaku.

Setelah berhasil dikendalikan, keluarga korban menghubungi petugas Satlantas di Pos Prajuritan dan meneruskan laporan ke Polres Wonosobo. Selanjutnya pelaku digelandang anggota Satreskrim Polres Wonosobo ke Mapolres.

“Tersangka diancam dengan percobaan pembunuhan dengan rencana terlebih dahulu atau percobaan pembunuhan atau penganiayaan dengan rencana terlebih dahulu,” tutur Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan didampingi Kasatreskrim AKP Edy Istanto. Pelaku bisa dijatuhi hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(sm/ale/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia