Minggu, 22 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Otomotif
Lebih Dekat dengan Komunitas Brionesia Semarang

Anggota Lintas Generasi, yang Cewek 13 Orang

Senin, 24 Jul 2017 09:59 | editor : Pratono

BRIONESIA ASYIK: Anggota Komunitas Brionesia Semarang saat kopi darat.

BRIONESIA ASYIK: Anggota Komunitas Brionesia Semarang saat kopi darat. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

PARA pencinta mobil Honda Brio di Semarang tergabung dalam Komunitas Brionesia. Komunitas yang terbentuk pada 16 April 2015 ini memiliki jargon unik, yakni #Brisik atau Brionesia Asik. Seperti apa?

Hampir semua komunitas mobil dibentuk dengan alasan untuk menyalurkan hobi. Sama halnya dengan Komunitas Brionesia Semarang. Komunitas yang awalnya terbentuk di Jakarta ini, kini eksis di Semarang dengan 60 anggota dari berbagai umur, pria ataupun wanita.

Sesepuh Brionesia Semarang, Cokro Widagdo, mengatakan, komunitas tersebut terbentuk berawal dari 5 warga Semarang yang merantau di Jakarta. Mereka saling kenal lewat sosial media. "Sebelumnya saya dan beberapa teman ikut Brionesia pusat di Jakarta, dan punya pikiran buat klub begitu melihat banyaknya pengguna Brio di Semarang," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menerangkan, jika anggota Brionesia Semarang memiliki karakter yang unik. Karena anggotanya lintas generasi, mulai usia 18 hingga 50 tahun. "Semua usia memang difasilitasi, yang tua bisa memberikan pengalamannya kepada yang muda. Nggak ada bully-bullyan dari senior kepada juniornya.Bagi yang muda, bisa meniru atau mencontoh yang tua dari segi ketaatan lalulintas ataupun sifat tidak arogan di jalanan," tuturnya.

Menurut dia, dengan perbedaan umur tersebut, tidak menghalangi anggotanya yang muda untuk menyalurkan hobi modifikasi ataupun hobi balap. Pasalnya, dalam komunitas tersebut lebih menanamkan rasa persaudaraaan dan tata krama."Kalau yang ingin mengembangkan bakat ke drag ataupun balapan dan modifikasi ataupun kontes, kita fasilitasi. Para pendiri memberikan dukungan asalkan apa yang dilakukan itu positif," tambahnya.

Selain kopi darat atau kopdar, komunitas tersebut juga melakukan kegiatan sosial, di antaranya sahur on the street, bakti sosial dan masih banyak lagi. Agenda lainnya seperti komunitas mobil yang lain, yakni touring. "Kalau touring lebih ke family gathering, semua anggota keluarga diajak dan waktu pelaksanaannya pada hari libur," ucapnya.

Untuk member cewek, lanjut Cokro, ada sekitar 13 orang. Para wanita ini pun tak lepas dari kampanye safety riding, atau berkendara aman di jalan. Selama komunitas tersebut berdiri, Cokro mengaku memiliki suka dan duka, mulai dari menjaring anggota komunitas baru demi eksistensi klub dan membantu pemilik mobil Brio yang mengalami kendala. Sesuai dengan jargon komunitas tersebut, yakni #Brisik atau Brionesia Asik.

"Susahnya pas nyari member. Setelahnya tentu menjaga eksistensi. Senangnya banyak tambahan teman baru dan saudara di komunitas ini. Semua kayak saudara sendiri. Kalau ada mobil Brio yang mogok di jalan atau kena masalah pasti di tolong," ucapnya bangga.

Komunitas ini terbuka bagi siapapun untuk bergabung, cukup simpel, yakni memimiki SIM A, mobil Brio dan semangat untuk menambah keluarga baru.

(sm/den/mim/ton/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia