Sabtu, 21 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Ketua DPRD Kabupaten Batang Tolak Program Bupati, Ini Alasannya

Santunan Kematian dan Ambulan Desa

Sabtu, 22 Jul 2017 08:00 | editor : M Rizal Kurniawan

Ketua DPRD Kabupaten Batang Tolak Program Bupati, Ini Alasannya

BATANG – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Batang gajal program pemberian santuan kematian dan ambulan desa yang masuk program bupati. Alasannya, semua program harus masuk ke dalam Rencana pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Selama program tersebut belum masuk RPJMD maka sulit direalisasikan.

Ketua DPRD Kabupaten Batang Imam Teguh Raharjo menegaskan bahwa, program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Batang tidak bisa serta merta masuk ke dalam Anggaran Perubahan APBD 2017.

“Kami sudah mengetahui adanya rencana memasukkan program santunan kematian dan ambulan desa. Namun kami tegaskan tidak serta merta bisa masuk dalam anggaran perubahan tahun ini,” terang Teguh, Jumat (21/7).

Menurut Teguh, semua program prioritas yang mendesak untuk segera diaplikasikan, tetap harus masuk dalam RPJMD Kabupaten Batang. Untuk itu, pihaknya meminta, sebelum dimasukkan dalam rencana perubahan anggaran APBD, harus masuk RPJMD dulu.

“Nanti anggota dewan juga ada yang akan dilibatkan dalam penyusunan RPJMD tersebut. Agar bisa sinkron dengan pembahgasan Anggaran Peruabahan APBD 2017 nanti,” terangnya.

Menurut Teguh, kalaupun di sahkan program tersebut juga harus melihat kekuatan anggaran yang dimiliki oleh Pemkab Batang.

“Kalau ingin diberlakukan (beli ambulan dnegan Dana Desa), maka bupati harus membuat Peraturan Bupati (Perbub) dulu. Agar ada pijakan dalam menggunakan dana desa tersebut, sehingga tidak asal pakai, ada dasar hukum yang pasti. Sehingga tidak menjadi hambatan di suatu saat nanti,” himbau Teguh.

Wakil Bupati Suyono, dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Batang akan membuat kebijakan santunan kematian sebesar Rp1 juta. Bahakan program kebijakan santunan tersebut rencananya akan di laksanakan mulai bulan September 2017 ini.

"Program santunan kematian akan kita uji coba langsung masuk dalam Anggaran Perubahan APBD Batang tahun 2017. Dalam uji coba ini santunan diperuntukan bagi orang miskin saja, tapi kedepan kalau memang APBD kita mampu bisa semuanya mendapatkan santunan," kata Suyono.

Selain itu juga akan memberikan satu  desa satu unit mobil layanan kesehatan. Hal tersebut,menurutnya demi kemudahan pelayanan kesehatan keapda sleuruh warga Batang diseluruh daerah, hingga pedesaan.

“Program ambulan desa ini untuk memberikan kemudahan rakyat saya untuk mendapat layanan kesehatan. Dengan letak geografis wilayah Batang yang luas dan jauh maka butuh mobil layanan kesehatan untuk menuju pusat kesehatan, ini sangat diperlukan sekali," beber Suyono.

(sm/naf/zal/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia