Pemerintah Dukung Proyek Properti, Siapkan 242 Ribu Rumah Bersubsidi

772
Membaik - Rumah dengan harga Rp 1 miliar ke atasmulai disukai masyarakat menengah atas. (tya)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Pemerintah dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, mendukung proyek properti. Dukungan ini diberikan dengan memberikan kuota untuk rumah bersubsidi dengan konsep Seleisih Suku Bunga (SSB) 242 ribu unit.

Selain itu pemerintah juga menyiapkan rumah subsidi dengan FLPP 105 ribu unit. Ini dilakukan dalam percepatan pembangunan satu juta unit rumah.

Nur Widi Wijatmiko Wakil Ketua Bidang Regulasi dan Perijinan DPD REI Jateng mengungkapkan, adanya dukungan pemerintah ini tren perumahan sudah mulai nampak. Diakuidengan adanya virus Corona berdampak pada industri yang mengalami penurunan.

Untuk itulah pemerintah memberikan dudukungan dengan menambah kuota rumah subsidi. Selain itu pemerintah juga memberikan kemudahan dalam perijinan, dengan maksud dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Dari tambahan 242 ribu unit rumah ini Jawa Tengah mampu membangun 12.000-15.000 unit. Meski tahun lalu hanya mampu membangun 8.000 unit dengan dukungan pemerintah ini pengembang di Jateng siap membangun 15.000 unit rumah subsidi,” tutur Widi. (tya)

Sementara itu animo masyarakat untuk membeli rumah tahun 2020 cukup bagus. Ini dapat dilihat dari hasil transaksi pameran Properti Expo ke dua yang digelar di Mall Ciputra mampu menjual 28 unit dengan nilai transaksi Rp 38 miliar.

Ketua panitia pameran Dibya K Hidayat mengungkapkan, bila dibanding pameran sebelumnya, pameran kali ini lebih bagus.Dijelaskan dipamerann sebelumnya hanya mampu menjual 17 unit dengan nilai Rp 24 miliar.

“Kami berharap pameran ini diharapkan mampu mendorong penjualan properti di Jawa Tengah yang dua tahun terakhir ini mengalami penurunan,” tambah Dibya, disela-sela penutupan pameran Selasa (25/2) kemarin.

Hasil transaksi pameran kedua ini , menurutnya ada tren positif, meski rata-rata yang terjual rumah diharga Rp 1 miliar. Peningkatan ini juga karena fator BI rate yang stabil , dan suku bunga KPR yang terjaga.

Diakui Dibya, saat ini pemerintah konsentrasi untuk pembangunan rumah. Hal ini dikarenakan salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi adalah membaiknya sektor properti. (tya/ap)

Tinggalkan Balasan