Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ahli Petanian Harus Masuk Balai Bukan Kantor

Agus AP
Penulis: Agus AP❯
Sumanto, Ketua Komisi B DPRD Jateng. (ISTIMEWA)
Sumanto, Ketua Komisi B DPRD Jateng. (ISTIMEWA)
RADARSEMARANG.ID, Sumber Daya Manusia masih menjadi kendala bagi Balai Petanian di Jateng dalam upaya mengembangkan produk pertanian unggul. Lantas upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut? Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Dewi Akmalah dengan Ketua Komisi B DPRD Jateng, Sumanto.

Bagaimana anda melihat kondisi Balai Pertanian Jateng selama ini?
Balai pertanian masih stagnan. Kecenderungannya pemerintah melakukan efisiensi malah tidak sesuai. Seharusnya kalau bisa, justru balai ini dikembangkan.

Aspek apa saja yang bisa dikembangkan untuk mendorong kinerja Balai Pertanian?
Pertama anggaran. Pemerintah harus menambah anggaran jika ingin mengembangkan pertanian. Selama ini, saya melihat mereka belum konsen ke pertanian. Bagaimana mau maju, jika anggaran saja tidak ada. Kemudian sumber daya manusia (SDM). Kami harus mendorong ahli untuk masuk ke balai dan melakukan riset untuk bisa menghasilkan bibit unggul untuk petani kita.

Terkait SDM, apakah Pemprov Jateng kekurangan tenaga ahli pertanian?
Kami punya banyak insinyur dari UGM, Undip, dan universitas terkemuka lainnya di dinas. Mereka ini semua ahli pertanian. Tapi setelah menjadi aparatur sipil negara (ASN), mereka malah masuk ke kantor, mengurus pengadaan barang jasa. Ya ilmunya jadi hilang. Ini susah. Harusnya mereka ditempatkan di balai untuk melakukan riset. Harus diingat mereka ini ahli pertanian.

Bagaimana solusi agar ke depan para ahli pertanian bisa dimanfaatkan lebih banyak di balai?
Kami akan mengarahkan ASN yang baru masuk untuk ditempatkan ke balai. Nanti kami samakan mereka dengan dokter di rumah sakit. Mereka juga sekolahnya susah, sama seperti dokter. Terus mereka kami biayai risetnya. Kalau perlu kami sekolahkan agar ilmunya semakin banyak dan bisa menemukan bibit pertanian unggul untuk petani kita.

Seberapa penting kegiatan riset untuk pertanian Jateng?
Sangat penting. Masalah pangan ini kan soal hidup mati. Ke depan, petanian ini akan banyak diperebutkan berbagai negara. Kalau tidak riset, kita akan ketinggalan. Contoh saja sekarang jambu varietas unggul dari Bangkok. Makanya kita perlu riset agar bisa menghasilkan lagi varietas unggul seperti yang pernah dilakukan dengan menghasilkan beras Rojolele yang enak dan diminati banyak masyarakat. (*/ida)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ahmad Luthfi Salurkan 1.507 Alsintan, Target Tingkatkan Produktivitas Petani Jateng

Ahmad Luthfi Salurkan 1.507 Alsintan, Target Tingkatkan Produktivitas Petani Jateng

Pemprov Jateng menyalurkan 1.507 alsintan pada 2026 ke 32 kabupaten/kota. Bantuan ini ditargetkan meningkatkan efisiensi pertanian hingga 50 persen.

Ahmad Luthfi Serap Aspirasi Petani Sukoharjo, Minta Sumur Pertanian dan Jalan Usaha Tani Dipenuhi

Ahmad Luthfi Serap Aspirasi Petani Sukoharjo, Minta Sumur Pertanian dan Jalan Usaha Tani Dipenuhi

Ahmad Luthfi Serap Aspirasi Petani, Siap Bangunkan Sumur dan Jalan Usaha Tani

Makin Dilirik Investor Global, Perusahaan India Bidik Bisnis Pertanian dan Energi Surya

Makin Dilirik Investor Global, Perusahaan India Bidik Bisnis Pertanian dan Energi Surya

Makin Dilirik Investor Global, Perusahaan India Bidik Bisnis Pertanian dan Energi Surya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer