Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengumuman Hasil PPPK BGN 2025: Link, Cara Cek Kelulusan Sampai Pengisian DRH NI PPPK

F
Penulis: Falakhudin❯
PPPK BGN 2025: Berapa Lama Waktu Kontrak Kerjanya?
PPPK BGN 2025: Berapa Lama Waktu Kontrak Kerjanya?

RADARSEMARANG.ID — Dalam rekrutmen PPPK Badan Gizi Nasional (BGN) 2025 Tahap 2, pemerintah membuka sekitar 32.000 formasi, dengan jabatan utama meliputi Penata Layanan Operasional dan Penata Layanan Operasional dan Pengelola Layanan Operasional.


Advertisement

Rekrutmen ini dimulai sejak 5 Desember 2025 dan diikuti oleh pelamar dari berbagai daerah di Indonesia.

Pengumuman hasil seleksi PPPK BGN 2025 menjadi momen yang ditunggu oleh peserta.

 

Advertisement

Setelah semua tahapan seleksi administrasi dan seleksi kompetensi selesai, pemerintah memastikan pengumuman hasil kelulusan PPPK BGN 2025 akan diumumkan sesuai jadwal resmi.

Bagi peserta yang telah mengikuti seluruh proses rekrutmen, penting untuk mengetahui link resmi pengumuman PPPK BGN 2025 serta cara yang benar untuk mengecek hasil kelulusan agar terhindar dari informasi yang salah.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Gizi Nasional, pengumuman hasil seleksi PPPK BGN 2025 dijadwalkan pada:  

 

Hari/Tanggal: Minggu, 4 Januari 2025  

Pengumuman ini merupakan hasil akhir dari seleksi kompetensi PPPK BGN Tahap 2 Tahun Anggaran 2025.

Link Resmi Pengumuman PPPK BGN 2025  

Peserta dapat mengecek hasil kelulusan melalui beberapa kanal resmi berikut:  

1. Portal SSCASN BKN  

Situs utama untuk seluruh proses seleksi ASN dan PPPK.

2. Website resmi BGN  

Informasi pengumuman juga dapat diakses melalui laman bgn.go.id.

 

3. Media sosial BGN Regional  

Peserta disarankan memantau akun resmi BGN regional sesuai dengan lokasi melamar.

Cara Cek Pengumuman Hasil PPPK BGN 2025 di SSCASN  

Berikut langkah-langkah cek hasil PPPK BGN 2025 secara online:  

1. Akses Situs SSCASN  

 

Buka laman resmi https://sscasn.bkn.go.id melalui browser di HP atau laptop.

2. Login Akun SSCASN  

Masuk menggunakan username dan password akun SSCASN yang digunakan saat pendaftaran.

3. Pilih Menu Hasil Seleksi  

Setelah login, pilih menu Hasil Seleksi PPPK pada dashboard akun.

 

4. Cek Status Kelulusan  

Sistem akan menampilkan status kelulusan beserta nilai seleksi yang diperoleh.

5. Unduh Bukti Pengumuman  

Peserta disarankan mengunduh atau menyimpan bukti hasil pengumuman sebagai arsip pribadi.

Tahap selanjutnya dalam seleksi PPPK BGN adalah Pengisian DRH NI PPPK yang berlangsung pada tanggal 6 – 15 Januari 2025.

 

Tahap ini wajib diikuti agar peserta dapat ditetapkan secara resmi sebagai PPPK BGN oleh BKN.

Pengumuman hasil seleksi PPPK BGN 2025 menjadi penentu akhir dari perjuangan peserta.

Pastikan hasil diperiksa melalui link resmi seperti SSCASN dan website BGN agar informasi yang diperoleh valid dan akurat.

 

Bagi peserta yang lulus, segera persiapkan diri untuk tahap pengisian DRH NI PPPK sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Semoga berhasil. (fal)

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Warga Plamongansari Tolak Dapur SPPG di Pemukiman, KRK-PBG Belum Diajukan

Warga Plamongansari Tolak Dapur SPPG di Pemukiman, KRK-PBG Belum Diajukan

Warga Plamongansari Tolak Dapur SPPG di Pemukiman, KRK-PBG Belum Diajukan

Delapan Bulan Mangkrak, Lima Dapur MBG 3T Jateng Belum Beroperasi

Delapan Bulan Mangkrak, Lima Dapur MBG 3T Jateng Belum Beroperasi

Lima dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) Jawa Tengah (Jetang) masih menganggur. Totalnya sudah delapan bulan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) itu belum beroperasional.

Tujuh Bulan Nganggur, Lima Dapur MBG di Wilayah 3T Jateng Belum Beroperasi

Tujuh Bulan Nganggur, Lima Dapur MBG di Wilayah 3T Jateng Belum Beroperasi

Di Jateng ada sekitar dapur MBG di wilayah 3T. Kelimanya hingga kini belum beroperasi. Penyebabnya karena dana dari BGN belum cair. Akibatnya ribuan penerima manfaat pun belum bisa menikmati program unggulan tersebut

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer