Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Sebelum menggelar acara ini kami sudah dapat imbauan dari TNI dan Polri untuk patuh protokol kesehatan, maka kami patuhi," jelas panitia acara ambeng laut Rusdiapsri Kamis (20/8/2020).
Diterangkan, khusus tahun ini panitia membatasi hanya tiga perahu nelayan yang membawa ambeng. Setiap ambeng hanya dipanggul 10 orang. Dan tahun ini perahu nelayan, juga tidak boleh mengiringi larung ambeng ke tengah laut.
Ambeng laut merupakan tradisi turun temurun yang tetap dilestarikan nelayan Desa Asemdoyong. Untuk memeriahkan acara, warga setempat juga mengadakan pergelaran wayang kulit yang menghadirkan Ki Dalang Muharso Udi Carito dari Pemalang.
Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho mengatakan, pihaknya sejak awal sudah menyarankan digelar secara terbatas dan mematuhi protokol kesehatan. “Untuk mencegah kerumunan, kami membatasi jumlah pengangkat ambeng dan penumpang di kapal pembawa ambeng,” jelas kapolres saat memimpin pengamanan tradisi sedekah laut di TPI Asemdoyong.
Sebelum acara dimulai, kapolres meminta agar panitia dan kelompok nelayan selalu waspada serta membatasi jumlah penumpang. Hal ini ditegaskan kapolres demi keselamatan, serta menghindari kelebihan muatan dan insiden yang tidak diinginkan.
Dalam acara larung sesaji, kapolres didampingi jajarannya turut mengawal perahu nelayan yang melaksanakan larung sesaji hingga ke tengah laut. Petugas gabungan Polres Pemalang dan Kodim 0711/Pemalang juga mengimbau pengunjung di tempat pelelangan ikan (TPI) Desa Asemdoyong untuk menaati protokol kesehatan. (han/lis/bas)
Advertisement
Advertisement
Radar SemarangIkuti
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement


