RADARSEMARANG.ID - Pekalongan Vintage Community merupakan salah satu wadah pecinta barang antik di Kota Pekalongan. Komunitas ini muncul karena keresahan banyaknya barang antik atau tua yang masih bermanfaat tidak dirawat bahkan sering dibuang.
Komunitas ini memiliki semboyan Edukasi Bagi Yang Muda, Nostalgia Bagi Yang Tua. Dengan maksud koleksi yang mereka miliki, bisa untuk edukasi bagi generasi muda yang bahkan tidak mengetahui barang tersebut.
“Kami ini kumpulan berbagai kolektor, kolekdol hingga makelar barang-barang vintage, kuno atau antik. Dengan tujuan edukasi, bahwa barang antik itu ada manfaatnya bahkan bernilai,” ucap Ketua PVC Riyanto DC kepada radar semarang.
Untuk melanggengkan keberadaanya, komunitas ini kerap mengikuti berbagai pameran atau saat ikut event. Mereka lantas menyelipkan barang-barang kuno yang dulu digunakan.
Seperti lampu jadul Teplok atau petromak, banyak anak muda yang tidak mengenal atau ngerti cara penggunaanya. "Kami mengedukasi untuk pengetahuan,” serunya.
Untuk bagi generasi tua, tentu saja bisa sebagai ajang nostalgia. Sebab saat muda, barang-barang jadul atau vintage ini dulunya sangat dekat kehidupan sehari-hari, bahan digunakan. Dari lampu teplok, cublik, kompor jadul, televisi, radio atau alat-alat lain.
Selain itu, barang tersebut juga memiliki nilai. Selain masih bisa digunakan, ada unsur sejarah yang dikandung. Nilai ini yang secara ekonomis muncul bagai penghobi. Selain itu, pengurus juga mendukung anggota jika memang ingin menjual koleksinya.
“Banyak anggota kami yang kolekdol (dikoleksi juga di dol atau dijual). Bahkan setiap akhir pameran kami juga gelar pasar klitikan,” serunya.
Bahkan sering saat kumpul-kumpul atau ikut pameran, pihaknya juga dititipi barang koleksi orang. Seperti mebeler, alat elektronik, lukisan dan barang -barang lain yang sengaja ingin dijual.
Selain, itu banyak juga yang tertarik dan pesan barang-barang kuno atau antik lain kepada mereka. “Biasanya pesan untuk ornamen café, atau kantor biar menarik dan estetik,” sebutnya.
Pengurus lain, Ricky Pranata, menambahkan, tidak hanya sekedar alat-alat kuno saja yang mereka koleksi. Ricky bahkan suka berburu barang bersejarah. Seperti peninggalan Kerajaan kuno dan segala ornament unik yang berusia ratusan tahun.
“Koleksi andalan kami beberapa peninggalan purbakala, salah satunya patung Wisnu dari emas murni 24 karat, dan tempat air suci. Yang diperkirakan umurnya ratusan tahun,” jelasnya.
Barang-barang tersebut sudah pernah dilakukan uji lab. Memang kandungan tanah yang menempel di barang-barang tersebut menag berusia cukup lama, dan terpendam di dalam tanah.
"Sehingga jenis barang seperti ini, juga bernilai cukup besar, baik sejarah maupun fisiknya," tambahnya. (han/fth)
Editor : Baskoro Septiadi