“Kapan saja butuh bantuan, warga tinggal menghubungi 112 secara gratis dan dengan tanggap akan direspon cepat oleh admin kami,” ucap Kepala Dinkominfo Kota Pekalongan, Arif Karyadi saat membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Layanan Kegawatdaruratan Call Center 112 di ruang Kalijaga Setda, Kamis (8/9).
Dijelaskan Arif, Call Center 112 yang diluncurkan sejak akhir November 2019 lalu, merupakan bagian dari layanan darurat untuk merespon permasalahan di tengah-tengah masyarakat secara cepat dan tepat. Pemkot sendiri telah menyiapkan puluhan admin Call Center 112 yang siaga 24 jam. Terdiri dari tujuh admin internal Dinas Kominfo, sisanya admin masing-masing OPD sebanyak dua orang. Seperti dari PMI, BPBD, Satpol P3KP, Dishub, RSUD Bendan, dan sebagainya.
Layanan aduan ini merupakan salah satu kewajiban Pemerintah Kota Pekalongan dalam memberi pelayanan kepada masyarakat. Terutama yang bersifat kegawatdaruratan, seperti kebakaran, kebutuhan ambulan, bencana banjir, dan sebagainya.
Masyarakat yang melapor wajib memberikan informasi yang benar. Mengenai jenis persoalan, kondisi, lokasi kejadian, hingga nomor yang bisa dihubungi. Hal ini untuk memudahkan petugas dalam memberikan layanan secara maksimal. Dan menghindari salah sasaran yang berakibat memperpanjang dalam proses penanganan masalah.
Pemkot melalui Kominfo menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada para admin Call Center 112 di masing-masing OPD yang telah bekerja sama baik dengan, khususnya dalam melayani aduan masyarakat melalui Call Center 112. Menurut Arif, pelayanan selama ini sudah berjalan dengan baik dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Namun, sebagai upaya peningkatan layanan, kita lakukan evaluasi dan perbaikan. Untuk itu dilakukan bimbingan teknis,” ujarnya.
Melalui bimtek ini, diharapkan ilmu yang didapat oleh para admin Call Center 112 bisa diimplementasikan dengan baik dan bisa bersikap profesional. Tidak dipungkiri, rotasi ataupun pergantian pegawai dalam OPD bisa saja terjadi secara dinamis. Oleh karena itu, jika ada rotasi bisa ditularkan ilmunya pada petugas yang baru atau penggantinya. ”Kami harapkan hasil bimtek ini bisa disampaikan ke pimpinan OPD masing-masing,” tandasnya. (han/zal) Editor : Agus AP