Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dalam Masa Prihatin, Pemkot Pekalongan Satukan Peringatan Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan

L
Penulis: Lutfi Hanafi❯

UPACARA -  Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid bersama jajaran dan Forkopimda, saat menggelar upacara gabungan di lapangan Mataram, Senin (10/11/2025).
UPACARA -  Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid bersama jajaran dan Forkopimda, saat menggelar upacara gabungan di lapangan Mataram, Senin (10/11/2025).


RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Di tengah suasana penuh keprihatinan dan semangat efisiensi, Pemerintah Kota Pekalongan melaksanakan upacara gabungan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 dan Hari Pahlawan ke-80, Senin (10/11/2025) di Lapangan Mataram.


Advertisement

Upacara berlangsung khidmat, dipimpin langsung oleh Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Mas Aaf, dan dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta berbagai unsur masyarakat.

Langit Pekalongan pagi itu tampak cerah, seolah turut menyapa semangat juang para peserta upacara. Tak sekadar seremoni, momen ini menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa—dengan pembacaan pesan-pesan luhur dari Pahlawan Nasional Republik Indonesia yang mengingatkan semua hadirin tentang arti perjuangan sejati.

“Peran guru, orang tua, dan lingkungan sangat penting untuk menjaga api semangat juang agar anak-anak kita tetap berada di jalan yang benar,” tambahnya.

Advertisement

Di tengah keterbatasan dan masa sulit, Pemkot Pekalongan menunjukkan bahwa semangat perjuangan tak harus mahal. Justru dalam kesederhanaan, makna perjuangan terasa lebih dalam—menyatukan kenangan masa lalu dan harapan masa depan dalam satu langkah bersama. (han)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Urban Farming sebagai Habitus Baru dalam Adaptasi Bencana di Pesisir Pekalongan

Urban Farming sebagai Habitus Baru dalam Adaptasi Bencana di Pesisir Pekalongan

Praktik urban farming membuka jalan baru melalui penjualan hasil panen secara online atau gerakan pasar murah bisa memberikan arus kas kecil yang konsisten bagi ibu-ibu rumah tangga di Kota Pekalongan.

“Perempuan adalah Leher”: Strategi Kepemimpinan Perempuan dalam Adaptasi Perubahan Iklim

“Perempuan adalah Leher”: Strategi Kepemimpinan Perempuan dalam Adaptasi Perubahan Iklim

Kaum perempuan yang justru berperan aktif dan strategis dalam membangun eksistensi, stabilitas, hingga membawa kemajuan dalam pengembangan bisnis batik di Kota Pekalongan.

Batik Warna Alam dan Strategi Adaptasi Iklim Berbasis Komunitas

Batik Warna Alam dan Strategi Adaptasi Iklim Berbasis Komunitas

KEMITRAAN mendorong komunitas perajin batik di Kota Pekalongan mengembangkan batik ekologis dengan menggunakan pewarna alam yang lebih ramah lingkungan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer