Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Digelar Beberapa Kali, Festival Balon Kian Meriah

R
Penulis: Radar Semarang❯

FESTIVAL BALON : Warga Pekalongan dan sekitarnya memeriahkan Festival Balon di Kota Pekalongan dalam rangka Syawalan 1445 H.
FESTIVAL BALON : Warga Pekalongan dan sekitarnya memeriahkan Festival Balon di Kota Pekalongan dalam rangka Syawalan 1445 H.
 


Advertisement

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN - Pekalongan Ballon Festival 2024 digelar berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Meski kali ini digelar beberapa kali, namun tetep menarik perhatian ratusan Masyarakat untuk menikmatinya. 

"Tahun ini lebih meriah. Bahkan acara digelar beberapa kali," kata Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Dinparbudpora) Sabaryo Pramono Minggu (14/4/2024).

Pekalongan Ballon Festival kali ini diikuti 70-an peserta. Untuk memaksimalkan acara, pelaksanaan dibagi menjadi 2 babak penyisihan.

Yakni babak penyisihan grup A di Lapangan Setono pada Sabtu (13/4/2024), babak grup B di Lapangan Sokoduwet pada Minggu (14/4/2024). Nantinya akan dipilih 30 finalis, selanjutnya dipilih juara 1, 2, dan 3.

Advertisement

"Nanti grand final dilaksanakan di Lapangan Mataram pada Rabu (17/4/2024), tepat saat perayaan Syawalan," katany.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid yang hadir dalam pembukaan festival balon tersebut, mengaku kagum.

 “Festival balon kali ini sangat luar biasa, kreativitasnya tanpa batas," kata wali kota yang didampingi istrinya, Inggit Soraya. 

Menurut wali kota, sejak babak penyisihan di grup A yang digelar di Lapangan Setono, Kecamatan Pekalongan Timur, sudah menyedot animo masyarakat. Puluhan balon udara mewarnai langit cerah Kota Pekalongan. 

“Tahun ini ada kehadiran peserta dari Wonosobo. Ini semakin menarik, karena di Jawa Tengah yang menjadi ikon balon adalah Pekalongan dan Wonosobo,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.

Menurut Aaf, festival balon kali ini memberikan wadah yang lebih bebas bagi para peserta dalam menumpahkan ide-ide menariknya.

“Idealnya festival itu ada tema. Tetapi untuk tahun ini, kami bebaskan. Dengan pertimbangan, waktu persiapannya sudah mepet," jelasnya. 

Diakuinya, jika ditentukan tema, pesertanya bisa jadi jauh lebih sedikit. Namun dengan tema bebas, justru jauh lebih menarik. Memantik munculnya beragam kreativitas peserta.

Ada tokoh kartun, barong, batik, dan lainnya. 

"Yang penting memenuhi tiga kriteria, yakni kreativitas, kerjasama, dan balonnya bisa terbang,” imbuhnya.

Keberhasilan terselenggaranya Pekalongan Ballon Festival, kata wali kota, merupakan bentuk usaha dan kerjasama dari semua pihak.

Mulai dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, TNI-Polri, dan AirNav. Ini sebagai Upaya mencegah masyarakat menerbangkan balon liar.

Dengan adanya festival balon, tetap bisa melestarikan budaya atau tradisi, namun dengan cara bijak, aman, dan kreatif. Bahkan bisa mendapatkan hadiah jika menang.

“Ayo ikut festival, jangan menerbangkan balon liar yang bisa membahayakan diri sendiri, orang lain, maupun lalu lintas penerbangan," serunya. (han/ida)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer