Tolak Tawaran Uang Rp 1 Miliar, Pertahankan Keaslian BMW R27

298
Motor BMW R27 yang sebagian besar sparepartnya masih original. (Adennyar Wycaksono/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID – Uang sebesar Rp 1 miliar ternyata tidak menyilaukan Zaenal Arifin untuk menjual kendaraan kesayangannya. Warga Pedurungan Tengah ini memilih mempertahankan  BMW seri R 27 keluaran tahun 1966 miliknya.

Zaenal sengaja menolak uang tersebut karena masih senang. Apalagi motor berusia lebih dari 50 tahun ini memiliki sejarah panjang.  Ia membeli motor BMW R27 ini dari bule Australia yang tinggal di Jepara pada 2005 lalu.

Ia mengetahui motor itu dari perbincangan mulut ke mulut saja. Hingga akhirnya ia menemui orang yang menjual BMW R27 tersebut di sebuah pameran  yang diadakan di kota Jakarata. “Dulu, saat terima pertama kali kilometernya masih 4500. Habis pameran di Senayan 2005, setahun kemudian saya beli.” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia kembali mengenang, kala itu motornya sempat ditawar oleh salah satu kepala dinas instansi pemerintahan di Kalimantan Tengah. Bahkan orang tersebut menawar dengan harga 1 miliar rupiah.

“Keponakan menelepon dari Kalimantan Tengah, katanya mau dibeli Rp 1 miliar. Sempat tergiur, namun bingung ngirimnya, akhirnya saya tolak karena saya masih sayang,” katanya

Terlihat motor yang memiliki warna dasar hitam ini masih kinclong dan lengkap. Lebih mengesankan lagi orginalitasnya masih terjaga dengan sparepart asli dari BMW R27. Pensiunan PT KAI ini menjelaskan sejak dibeli belum pernah ada sparepart yang diganti. “Selama pakai, baru satu kali servis. dulu pernah ganti platinanya tapi tetap beli yang ori biar gak mengubah aslinya. Bisa dibilang sih ini masih 95 persen ori pabrikan semua,” ujarnya.

Motor ini memiliki keunikan saat menghidupkan mesin. Caranya adalah dengan menghidupkan mesin motor terdapat kunci yang selalu menempel di bagian depan tanki motor. “Biasanya pencet choke dulu 3 kali, terus diontel 2 kali langsung nyala” imbuhnya.

Perawatan motor yang bisa dikategorikan sebagai motor legenda ini sebenarnya tidak sulit. Misalnya dari sisi bodi, Zaenal cukup menyeka dengan kanebo yang dibasahi air. “Tidak menggunakan tambahan sabun, untuk motor tua, malah bisa merusak warna cat dari motor itu sendiri,”jelasnya.

Ciri khas lainnya, ini terletak di bagian suspensinya yang menggunakan lengan ayun. Konon  suspensi model ini jauh lebih nyaman dibanding dengan model plunger. Suspensi depan menggunakan sistem lengan ayun dan penggerak rodanya menggunakan gardan, bukan rantai atau belt seperti motor yang jamak ditemui saat ini.

Jika motor besar lain harus menggunakan bahan bakar Pertamax atau oktan yang lebih tinggi, BMW miliknya harus premium. Penggunaan oktan tinggi, malah akan merusak pembakaran mesin, selain itu juga knalpot akan berwarna kuning.

Selain itu, karena untuk keperluan pribadi zaenal juga menambahkan sedikit modifikasi pada motor kuda besi kesayangannya. Misalnya dengan menambah standart samping, jok belakang untuk penumpang agar bisa digunakan untuk berboncengan. “Meski tua motor ini juga tidak pernah mogok,” jelasnya. (den/mg3/ton/bas)