Jeep Wrangler Owners Semarang Buru Pengguna Jadi Anggota

195
KOMPAK: Sebagian anggota JWO Semarang berfoto bersama di depan mobil Jeep Wrangler Rubicon (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG,ID. Membentuk sebuah komunitas mobil ternyata bukan perkara mudah. Butuh waktu dan pengorbanan. Seperti Jeep Wrangler Owners (JWO) Semarang, di mana para founder komunitas mobil mewah ini harus turun ke jalan dan memburu pengguna Wrangler untuk bisa bergabung dalam sebuah wadah komunitas.

SEBELUM dikukuhkan dan mendeklarasikan diri menjadi sebuah komunitas pada 19 Desember lalu, JWO Semarang sebenarnya telah memiliki embrio sejak enam tahun silam. Ada lima founder, yakni Yuni Ken Dedes, Billy, Demang dan dua lainnya yang merupakan pecinta Wrangler Rubicon.

“Dulu kami hanya ngumpul, kemudian bercita-cita ingin membuat klub atau Komunitas Pecinta Wrangler,” kata Yuni Ken Dedes saat pengukuhan dan deklarsi JWO Semarang di Patra Semarang Hotel, belum lama ini.

Tante Yuni begitu ia disapa, mengaku harus bekerja keras mencari anggota komunitas. Mulai dari turun ke jalan untuk memburu pemiliki Wrangler Rubicon untuk bergabung. Lambat laun, embrio JWO Semarang mulai terbentuk hingga menjadi sebuah klub seperti saat ini. “Bahkan kalau saya atau Om Billy lagi nongkrong di mal, tahu ada Wrangler yang parkir langsung disamperin. Nunggu sampai pemiliknya datang, kemudian kami ajak ngobrol dan bergabung,” ceritanya.

Kerja keras Yuni dan founder lainnya, termasuk Yanuar Muncar yang kini menjadi Ketua JWO Semarang periode 2019-2021 akhirnya terbayar. Nama JWO Semarang pun semakin dikenal. Saat ini total ada 46 pemiliki Wrangler yang bergabung dan berasal dari Semarang, Kudus, Boyolali , Tegal, Jepara, hingga Brebes.

“Dulu memang sudah ada embrionya, tetapi belum sampai berbentuk organisasi yang memiliki anggaran dasar maupun anggaran rumah tangga (AD/ART). Sampai akhirnya dikukuhkan pada 19 Desember lalu,” tambah Ketua JWO Semarang Yanuar Muncar.

Mantan anggota DPRD Kota Semarang ini menerangkan, hadirnya JWO Semarang tidak lepas dari visi dan yang sama di antara anggota dalam membangun kebersamaan dan persaudaraan. Selain itu juga banyaknya dukungan dari pemilik Wrangler di Jateng agar terbentuk sebuah komunitas.

“Tidak ada yang lebih utama dari hadirnya klub ini kecuali bersama-sama saling mengedepankan kekeluargaan dan kebersamaan. Akhirnya kami memberanikan diri membentuk klub dan telah diakui baik secara de jure dan de facto. Untuk anggota JWO Semarang, ada yang pengusaha,  polisi hingga politisi, ” terangnya.

Yanuar menjelaskan, JWO Semarang memang fokus di dunia otomotif, salah satunya memiliki divisi off road. Divisi ini memfasilitasi anggota pecinta Wrangler untuk terjun ke dunia balap mobil. Tercatat ada empat pembalap off road yang juga menjadi anggota Komunitas JWO Semarang.

“Ada divisi off road, divisi ini memfasilitasi pecinta off road. Juga divisi touring, divisi sosial juga ada, anggota komunitas juga bisa sharing, tips dan trik seputar Wrangler,” katanya.

JWO Semarang, lanjut dia, juga memiliki komitmen untuk berkontribusi terhadap masyarakat sekitar, yakni rutin menggelar kegiatan yang bersifat sosial. Misalnya, berkunjung ke daerah menyalurkan bantuan kepada anak yatim piatu, masyarakat kurang mampu dan kegiatan sosial lainnya. “Jadi apa yang dimiliki sebagian dikumpulkan bersama,  kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan. Intinya kami ingin berkontribusi untuk Kota Semarang,” terangnya.

Dalam deklarasi tersebut, JWO Semarang mengundang sejumlah komunitas atau pegiat otomotif lain. Seperti CRV Club Indonesia, BMWCCI Chapter Semarang  Toyota Camry Community, Komunitas Mercedes Benz, Tufox Fortuner, Semarang Fortuner Club (SFC), Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Tengah, IOF, Innova Community, dan sejumlah komunitas otomotif lainnya. “Kami juga mengundang Fadly, vokalis Padi Reborn untuk mengibur anggota komunitas dan pecinta otomotif di Jateng,” katanya. (den/aro/ap)