Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Ini 8 Kendaraan eVTOL Masa Depan, Auto Bebas Macet!

Adityo Dwi Riyantoto • Minggu, 9 Februari 2025 | 17:55 WIB

RADARSEMARANG.ID, Semarang-  Sejumlah perusahaan besar mulai berlomba untuk mengembangkan mobil terbang.

Electric vertical takeoff and landing aircraft atau eVTOL diperkirakan tidak lama lagi akan beroperasi komersil 1-3 tahun ke depan di beberapa negara, mobil terbang berukuran mobil darat juga sudah mulai dikembangkan untuk 6-7 tahun ke depan.

eVTOL (Electric Vertical Take-Off and Landing) adalah teknologi kendaraan udara yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal menggunakan tenaga listrik tanpa perlu landasan pacu panjang, mirip dengan drone atau helikopter.

Teknologi eVTOL mengandalkan baterai listrik, motor listrik, dan propulsi vektor untuk memberikan daya angkat dan dorongan. eVTOL banyak dikembangkan untuk keperluan taksi udara, transportasi urban, dan mobilitas masa depan.

Baca Juga: Mau Beli Toyota All New Avanza 2025? Segini Simulasi Kredit Cicilan Kreditnya, Harga Bersaing Dengan Innova

Beberapa perusahaan besar sedang mengembangkan eVTOL untuk komersialisasi dalam beberapa tahun ke depan. Berikut beberapa kendaraan masa depan tersebut.

1. Hyundai Supernal S-A2

Supernal S-A2 memiliki panjang 9,9 meter dengan lebar 14,9 meter. Pesawat ini mampu membawa lima awak kabin, dengan komposisi satu orang pilot dan empat orang penumpang.

Memiliki 8 rotor dan bertenaga listrik, Supernal S-A2 diklaim mampu terbang hingga ketinggian 457 meter dengan kecepatan 193 km/jam dan jangkauan layanan sekitar 96,5 km.

eVotol ini digadang bakal menjadi salah satu moda transportasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) lima tahun ke depan atau sekitar 2030. 

  1. Photo
    Photo

2. Honda

Honda Motor Co., Ltd memperkenalkan pengembangan teknologi kendaraan e-VTOL (electric Vertical Take Off and Landing).  Honda eVTOL yang dikembangkan dengan memanfaatkan berbagai teknologi utama Honda agar lebih mudah diakses oleh lebih banyak orang.

Honda eVTOL memiliki fitur keselamatan pada tingkat yang setara dengan pesawat penumpang komersial yang diwujudkan dengan strukturnya yang sederhana dan memungkinkan Honda eVTOL untuk lepas landas dan mendarat di tengah kota tanpa menimbulkan masalah kebisingan. Honda eVTOL memiliki 10 rotor dengan jarak tempuh mencapai 400km. 

 

Photo
Photo

3. Alaka’I (skai)

Skai merupakan mobil terbang yang dikembangkan oleh perusahaan rintisan (startup) Alaka'i Technologies. 

Skai menggunakan bahan bakar hidrogen sebagai sumber energi. Memiliki 6 rotor dengan kecepatan mencapai 190 km/jam.

Memiliki jarak tempuh mencapai 644 km dan waktu pengisian bahan bakar lebih cepat memang menjadi keunggulan hidrogen.

Hanya saja, proses produksi dan distribusi hidrogen bukanlah hal mudah. Skai juga memiliki fitur keamanan tiga lapis, mulai tetap bisa terbang walau hanya 2 rotor  yang berfungsi hingga keamanan parasut jika semua rotor tidak berfungsi.

 

Photo
Photo

4. Porsche x Boeing

Porsche yang menggandeng boeing menggarap mobil terbang dengan konsep electric Vertical Take off and Landing (eVTOL) pada tahun 2019.

Harapannya dapat dipiloti secara otomatis dan manual. Pesawat ini juga menggunakan tenaga baterai yang dapat di isi ulang secara cepat.  

 

Photo
Photo

5. Archer X Stellantis (Midnight)

Sebuah eVTOL, yang dirancang untuk membawa empat penumpang dan dioperasikan seorang pilot.

Midnight diperkirakan memiliki daya jangkau sejauh 161 km. Bisa dioptimalkan untuk perjalanan jarak pendek back-to-back sekitar 32 km, dengan waktu pengisian tenaga sekitar 10 menit.   

Photo
Photo

6. Suzuki SkyDrive

eVTOL ini  dibuat langsung oleh Skydrive di pabrik milik Suzuki. Skydrive merupakan startup yang baru berusia 5 tahun, namun sudah membuat prototype mobil terbang untuk kapasitas 1 penumpang.   

Mobil terbang ini memiliki dimensi dengan panjang 13 meter, lebar 13 meter dan tinggi 3 meter. Bahannya menggunakan aluminum alloy dengan total berat sekitar 1.400 kg.

eVTOL ini diklaim memiliki kecepatan saat terbang di udara sekitar 100 km/jam dengan jarak tempuh 15 km.

Photo
Photo

7. Toyota X Joyby

eVTOL hasil kolaborasi Toyota dan Joyby ini  merupakan pesawat dengan enam baling-baling.

Kendaraan ini memiliki kecepatan diklaim mencapai 322 km/jam. Saat ini Joby Aviation tengah menyelesaikan tiga dari lima tahap sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA).

Photo
Photo

8. Xpeng AeroHT

Merupakan Land Aircraft Carrier, mobil terbang futuristik yang memadukan kendaraan darat dan udara. Kendaraan ini terdiri dari dua komponen utama: "Mothership" dan pesawat terbang.

"Mothership" adalah kendaraan besar berukuran 5,5 meter dengan tiga sumbu roda yang dilengkapi mesin EREV (Extended Range Electric Vehicle). Teknologi ini memungkinkan kendaraan melaju hingga 1.000 km dalam mode hybrid.

Sistemnya didukung platform 800V dan teknologi Kunpeng EREV, memberikan efisiensi yang luar biasa untuk perjalanan jarak jauh. Pesawat ini mampu melakukan lima hingga enam kali penerbangan dalam satu kali pengisian daya penuh.

Proses penyimpanan dan pelepasan pesawat hanya membutuhkan waktu lima menit, menjadikannya solusi praktis untuk mobilitas udara. (dit/bas)

 

Photo
Photo




 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#evtol