Mobil Harian yang Mampu Juarai Drag Race

270
Abid Saputra Perdana mejeng bersama tunggangan kesayangannya yakni BMW E36. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID – Membuat mobil kencang bukan perkara mudah. Apalagi jika mobil kesayangan kita masih digunakan harian. Selain power yang besar juga kencang, kenyamanan, keamanan dan konsumsi bahan bakar menjadi pertimbangan sendiri.

Abid Saputra Perdana misalnya, merubah tunggangan kesayangannya yakni BMW E36 menjadi mobil yang kencang, namun masih bisa digunakan harian. Konsepnya awal modifikasi yang ia lakukan adalah mobil yang siap digunakan di track balap maupun harian.

“Saya upgrade beberapa spare part bawaan dengan ketahanan yang lebih baik. Modifikasinya street racing dan bisa digunakan buat drag, namun tetap nyaman buat harian. Jadi ubahannya tidak terlalu ekstrem,” kata Abid kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Mesin bawaan E36 memiliki kapasitas mesin 2.500 cc, di-swap atau ganti dengan mesin yang lebih besar. Abid menggunakan mesin M52 B28, sehingga kapasitas mesin BMW miliknya menjadi 2.800 cc.

Ia menjelaskan, mesin bawaan BMW E36 hanya memiliki horse power (HP) sebesar 150 HP. Sementara mesin baru dan piranti lain yang ia tanamkan, membuat power mobil miliknya naik menjadi 280 HP.

“Selain itu juga ganti ECU, saya pakai Haltech. Untuk konsumsi bensin bisa dibilang cukup irit, satu liter bensin bisa 13 kilometer,” katanya.

Selain mesin, Abid juga mengganti kaki-kaki dan bagian suspensi.Menggantinya dengan tipe balap. Abid mempercayakan kepada merk beilstein untuk bagian kaki-kaki.

“Velg pun jadi perhatian tersendiri. Buat balap digunakan velg yang ringan. Saya pakai velg rotta original agar lari mobil lebih enteng. Ban saat balap juga wajib menggunakan ban tipe slik,” jelasnya.

Belum lama ini, Abid mengganti bodi mobilnya. Kap mesin dan bagasi yang terbuat dari plat besi bawaan dari BMW, ia copot dan menggantinya dengan fiber, yang lebih ringan. Tujuannya agar beban mobil menjadi berkurang, sehingga saat berlaga di sirkuit bisa mencapai waktu terbaik.

“Kalau di drag race, saya ikut di kelas bracket 9 umum. Mobil BMW juga bisa masuk ke side A dan mampu menyaingi mobil dari pabrikan lain,” bebernya.

Dari segi interior, Abid tidak banyak memodifikasi. Sekali lagi, alasan kenyamanan saat berkendara harian menjadi salah satu pertimbangan.

“Hanya ganti stir racing dan jok Recaro. Interior modifikasinya nggak macem-macem, karana mobil ini masih saya gunakan harian,” katanya.

Abid mengaku butuh enam bulan lebih merombak mobilnya menjadi lebih kencang. Mulai dari swap engine, setting ecu, memasang kaki-kaki dan lain sebagainya. Biaya yang dibutuhkan ternyata tidak murah. Ia harus merogoh kocek lebih dari Rp 100 juta.

“Namun terbayar dengan prestasi, beberapa waktu lalu saya juara I drag race kelas BMW di acara Bimerfest. Sebelumnya juga menyabet juara II diajang drag race yang digelar di Lanud Jogjakarta,” ucapnya bangga.

Meski sudah memiliki mobil yang kencang, Abid mengaku masih memiliki rencana untuk membangun mobilnya. “Mau saya pasang turbo biar larinya lebih kencang,” pungkasnya. (den/zal/bas)





Tinggalkan Balasan