alexametrics
25.2 C
Semarang
Kamis, 1 Oktober 2020

Koleksi 46 Jenis Hardtop, Punya Seri Terlengkap Kedua Setelah Museum American Heritage

Harus Dibaca

Astra Motor Gelar Kontes Kreativitas Guru Online

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Main Dealer Astra Motor Jateng bersama dengan PT Astra Honda Motor (AHM) menyeleksi 61 tenaga pengajar...

Motor Roda Tiga yang Nyaman seperti Mobil

RADARSEMARANG.ID - Unik. Itulah kesan pertama ketika mata melihat motor asal pabrikan Kanada, Ryker Can-Am. Desain yang berbeda membuat...

Tampilan Makin Oke, Cat Terlindungi

RADARSEMARANG.ID - sticker ataupun decal printing bisa menjadi salah satu alternatif modifikasi eksterior mobil ataupun motor. Salah satu kelebihannya adalah bisa...

RADARSEMARANG.ID – Toyota Hardtop Land Cruiser menjadi salah satu mobil yang digemari pecinta otomotif di Indonesia. Mobil ini dikenal kokoh, macho dan punya ketangguhan melibas segala medan termasuk off road.

Menurut informasi, mobil jenis jeep ini kali pertama dikembangkan pada 1951 silam. Namun mulai diproduksi masal pada 1954 sampai sekarang dengan berbagai bentuk. Misalnya konvertibel, hardtop, station wagon, dan truk serbaguna.

Sampai saat ini, Hardtop menjadi kendaraan yang melegenda bahkan menjadi buruan. Terutama beberapa seri langka seperti FJ 25 Kargo, FJ 40 keluaran tahun 1965 dan beberapa seri rare lainnya dengan harga yang mencapai ratusan juta.

“Saya mulai koleksi dan melakukan restorasi Hardtop sejak tahun 2005, karena memang suka dan menjadi mobil klangenan,” kata kolektor Toyota Hardtop asal Semarang, Pramudya Setiawan saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Om Wawan begitu ia disapa, memang gandrung dengan seri dan berbagai jenis Hardtop. Ia rela berburu sampai ke berbagai penjuru Indonesia untuk mencari mobil impiannya, hingga akhirnya terpikir mengoleksi Hardtop dengan seri terlengkap. Ya total ada sekitar 46 jenis dan varian atau model Hardtop yang ia simpan di garasi khusus miliknya.

“Karena saya memang suka, istilahnya penggemar berat. Dari situ saya punya niatan punya seri terlengkap. Istilahnya ngompliti jenisnya satu-satu. Alhamdulillah di Indonesia atau kawasan Asia menjadi pemilik Hardtop dengan seri terlengkap atau nomor dua setelah Museum American Heritage,” ujarnya bangga.

Dari puluhan koleksi yang ia miliki ada beberapa jenis yang merupakan koleksi rare atau langka. Sebut saja Toyota Hardtop FJ 25 Cargo, FJ 45 (1964) edisi pikap yang masih tersisa tiga unit di dunia. FJ 43 RV (1963) yang ada tiga unit di Indonesia, FJ 55 (1978) FJ 43 medium (1979), FJ 40 Cargo (1965) dan FJ 40 (1973) dan berbagai seri lainnya.

“Untuk restorasi membutuhkan kesabaran. Karena yang namanya mobil tua part-part kecil misal emblem, lampu dan lainnya susah dicari. Contohnya untuk pintu canvas saya harus impor dari Amerika,” paparnya.

“Jelas harus hunting untuk seri yang langka. Intinya kalau sudah nego harga langsung diambil. Karena memang yang nyari banyak,”ujarnya sambil tertawa.

Untuk seri yang paling Wawan gemari adalah cargo dan pikap. Secara fungsi mobil tersebut sebelumnya digunakan untuk mengangkut barang. Mengoleksi mobil tua, dan melakukan restorasi menurut Wawan lebih memuaskan dibandingkan membeli mobil baru. Apalagi mobil yang diidamkan didapat dengan perjuangan, hunting, sampai berburu sparepart.

 

“Kalau restorasi bisa dibilang malah lebih mahal dari kita dapat bahan mobil itu sendiri. Dari sisi aksesoris misalnya, tentu nyari harus sampai ke luar daerah bahkan ke luar negeri. Untuk membangun pun butuh waktu sampai setahun lebih,” katanya.

Ia mencontohkan restorasi bodi yang dilakukan pada seri FJ 40 (1965), Wawan harus hunting bodi garis yang sesuai aslinya sampai ke Amerika. Tentu saja dengan biaya yang tidak murah hanya sekedar bodi. “Namun semakin detail akan semakin bagus, dari situlah sisi kepuasannya,”ucapnya.

Ia mengenang, kali pertama membeli Hardtop sempat menjadi bahan candaan teman-temannya. Dengan alasan mobil tua merepotkan dan boros. Namun karena kecintaan dan dedikasi yang tinggi, kini ia pun bangga bisa memiliki varian Hardtop terlengkap. Bahkan salah satu koleksinya sukses mendatangkan prestasi.

“Dulu diketawain sih FJ 40 1973 milik saya. Padahal ini seri langka, setelah direstorasi dan ikut lomba mobil klasik tingkat nasional malah mendapatkan juara. Padahal dulu saya beli murah. Dulu sempat ditawar sampai Rp 500 juta tapi nggak saya lepas karena saking sayangnya,” jelasnya.

Disinggung masalah perawatan, Wawan mengaku perawatan mobil Jepang dinilai mudah. Jika lama tidak dipaka dalam jangka waktu lama disarankan lepas kabel aki. “Kalau mau dipanasi tinggal dipasang akinya langsung jreng, simple sih,”tuturnya.

Wawan akan memamerkan koleksinya dan membuatnya mirip museum. Tujuannya tentu sebagai wisata edukasi bagi masyarakat agar mengetahui perkembangan Hardtop. “Cita-cita pingin punya museum di salah satu objek wisata. Kata orang koleksi saya terlengkap se-Asia dan Australia,”pungkasnya. (den/lis/bas)

Tinggalkan Balasan

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Pemindahan ‘Ibu Kota’ Kabupaten Semarang Diharapkan Berdampak Positif

RADARSEMARANG.ID - Perpindahan Ibu Kota Kabupaten Semarang dari Ungaran ke Bawen segera direalisasikan. Harapannya, bisa menggerakkan pelayanan yang lebih merata dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi....

Kuis Musik Tingkatkan Pemalahan Pembelajaran Tanda Tempo Lagu

RADARSEMARANG.ID, Musik tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Musik yang kita sukai dapat meningkatkan fokus, sementara musik yang tidak kita suka akan menghalangi konsentrasi....

Empat Sekolah di Salatiga Terima Adiwiyata

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Empat sekolah di Salatiga mendapat penghargaan Adiwiyata tingkat Jateng. Penghargaan diterima langsung oleh masing-masing kepala sekolah, Tiyono SMPN 8, Ngadiman SMPN...

Klaster Ponpes, 16 Positif Covid-19

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kendal menemukan tiga tempat yang menjadi klaster baru penyebaran virus korona. Dua dari tiga klaster baru...

Terbaru

Enam Desainer Adu Kreasi di Kota Lama

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Enam desainer kondang Kota Semarang adu kreasi melalui fashion show virtual. Digelar di kawasan Kota Lama....

SPAM Semarang Barat 50 Persen, Pudakpayung Persiapan Lelang

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat mencapai 50 persen. Saat ini tahap pemasangan jalur distribusi umum (JDU). Direktur Utama Perusahaan...

2021, RSWN masih Fokus Penanganan Covid

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Rumah Sakit Umum Daerah Wongsonegoro (RSWN) masih memfokuskan anggaran 2021 untuk penanganan pasien Covid-19. Telah disiapkan anggaran belanja sebesar Rp 324 miliar. Direktur...

Kijang Korsleting, SPBU Selokromo Ludes

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo - Kebakaran hebat terjadi di Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) Selokromo Selasa (29/9/2020) dini hari. Diduga kebakaran tersebut lantaran satu mobil yang...

Pendidik dan Tendik Digembleng

RADARSEMARANG.ID, Magelang - Sebanyak 44 pendidik dan tenaga kependidikan (tendik) SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang digembleng selama 2 hari, Senin-Selasa (28-29/9/2020) dalam...

Random

Bek Arema Tak Sabar Lakoni Laga Lawan PSIS

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Duel PSIS menjamu Arema dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Moch Soebroto Magelang Sabtu (14/3/2020) bakal menjadi momen spesial bagi bek...

Pemkab Dianggap Terjebak Rutinitas

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG- Jajaran DPRD Temanggung menganggap Pemerintah Kabupaten Temanggung masih terjebak pada kegiatan rutinitas. Utamanya dalam menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD)...

PGN Jadi Holding Migas, Tingkatkan Kompetensi

RADARSEMARANG.ID, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mempersiapkan diri dalam rangka peningkatan kompetensi teknis. Seiring dengan rencana transformasi holding migas oleh PT...

Belajar Ikatan Kimia Lebih Asyik dengan Role Playing

RADARSEMARANG.ID, SELAMA ini, sebagian besar guru mengajar hanya memperhatikan materi ajar. Sedangkan strategi pembelajaran sering diabaikan (Tracey Yani Harjatanaya, 2012). Sehingga pembelajaran hanya bersifat...

Anggaran Riset Sangat Kecil

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Riset untuk pengembangan daerah di Indonesia perlu difokuskan. Ini penting agar tidak ada riset sama yang dilakukan dua instansi berbeda. Dirjen Penguatan Riset dan...

Lainnya

- Advertisement -