Targetkan Ekspor Otomotif USD 24 M

Jokowi Lepas Ekspor 6 Ribu Isuzu Traga ke Filipina

228
EKSPOR PERDANA: Presiden Joko Widodo didampingi Presiden Direktur PT Astra Internasional Tbk Prijono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Emily melepas ekspor perdana Isuzu Traga di Karawang, Jabar, Kamis (12/12). (ISTIMEWA)
EKSPOR PERDANA: Presiden Joko Widodo didampingi Presiden Direktur PT Astra Internasional Tbk Prijono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Emily melepas ekspor perdana Isuzu Traga di Karawang, Jabar, Kamis (12/12). (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta industri otomotif bisa meningkatkan ekspor sebesar tiga kali lipat dari saat ini hingga 2024 mendatang. Hal itu untuk meraih surplus neraca perdagangan. “Fokus kerja pemerintah sekarang ini adalah bagaimana mengurangi impor. Fokus kedua adalah bagaimana meningkatkan ekspor. Itulah mengapa saya mau datang ke Isuzu, karena ada ekspor perdana Isuzu Traga. Dalam tiga tahun ke depan (Isuzu Traga) akan masuk ke 20 negara di Afrika, Asia Timur, Timur Tengah, dan Amerika Selatan,” tutur Presiden Jokowi saat melepas ekspor 6 ribu unit Isuzu Traga ke Filipina dari Pabrik PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di Karawang, Jawa Barat, Kamis (12/12).

Menurut dia, ekspor yang dilakukan Isuzu itu merupakan yang diinginkan pemerintah. Jika ekspor semakin meningkat, defisit transaksi berjalan Indonesia semakin mengecil dan neraca perdagangan bisa surplus. Jika Indonesia kuat diekspor, tentu tidak akan ditekan negara-negara lain. “Kita dengan negara manapun berani,” ujar dia.

Saat ini, ekspor otomotif Indonesia sekitar 300 ribu unit dengan nilai sekitar USD 8 miliar per tahun. Presiden meminta seluruh pelaku industri otomotif meningkatkan menjadi tiga kali lipat pada 2024 dengan nilai ekspor mencapai USD 24 miliar. “Saya minta Pak Prijono sampaikan ini ke seluruh keluarga besar otomotif. Tahun 2024 minimal satu juta unit harus keluar dari Indonesia. Caranya bagaimana? Saya tidak mau tahu,” tegas presiden.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto menjelaskan, pada tahap awal, mobil pikap Traga, yang berasal dari kata Ekstra Lega, akan diekspor sebanyak 6 ribu unit ke Filipina. “Ini langkah awal, karena menurut studi kami, mobil ini bisa diekspor ke lebih dari 20 negara di Asia Timur, Timur Tengah, dan Afrika,” ujar Prijono.

Ia menjelaskan, ekspor otomotif dari tahun ke tahun terus meningkat pesat. Berdasarkan data Gaikindo, tahun ini ekspor CBU sebanyak 300 ribu unit dengan nilai USD 8 miliar. Angka ekspor otomotif itu sebesar 5 persen dari total ekspor nasional yang mencapai sekitar USD 183 miliar. “Kami beruntung, 78 persen dari ekspor otomotif itu berasal dari grup kami (Astra) yang diekspor ke 68 negara,” tambah dia.

Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Emily mengatakan, sejak Traga diluncurkan pada April 2018, penjualannya terus meningkat. Animo masyarakat terhadap pikap berkapasitas 2.500 cc ini sangat tinggi. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo) sepanjang Januari hingga Oktober 2019, Traga sudah terjual 4.830 unit dengan pangsa pasar 16,9 persen dan berada di urutan kedua kendaraan komersial ringan. Ia yakin, hingga akhir tahun ini penjualan Traga akan mencapai 6.500 unit dan tahun depan bisa melejit di angka 9 ribu unit. “Kami menargetkan tahun depan bisa meraih pangsa pasar 25 persen,” ujarnya optimistis. (bis/aro)