Oleh: widyanto,SE,MM, Dosen Program Studi Manajemen Unika Soegijapranata
RADARSEMARANG.ID - Beberapa waktu ini banyak berita di media sosial dan media lainya yang membahas tentang sebuah warung atau toko yang lumayan ikonik. Media menyebut Maduramart atau warung Madura.
Maduramart adalah warung atau toko kelontong yang buka 24 jam, terletak di dekat perumahan dan kampung, penjaga hanya satu atau 2 melayani 24 jam, menjual produ kebutuhan harian (convenient product) cukup lengkap dengan harga yang terjangkau karena mereka mengambil marginlaba relatif kecil.
Maduramart menjual sembilan bahan pokok dan produk retail lainnya. Berikut tulisan sederhana saya mengenai pengusaha dari pulau garam ini.
Ciri khas pengusaha Madura
Menurut pengamatan saya pengusaha yang berasal dari pulau garam ini mempunyai sifat antara lain satu pendiam.
Ya mereka rata-rata yang saya kenal cukup pendiam untuk memulai atau menawarkan dagangan mereka. Dulu saya menduga mereka belum fasih berbahasa jawa atau yang lain nya.
Beberapa yang saya kenal juga mengaku ketika ke pulau Jawa belum bisa berbahasa Jawa dan langsung mulai belajar di lapangan. Ada yang belajar bahasa Jawa karena mendapatkan pasangan orang Jawa. Dua, pengusaha dari pulau garam ini ramah dan sopan. Mereka juga cukup ramah kalau di ajak mengobrol apalagi tentang keadaan dirinya.
Saya sering bertanya tentang bagaimana dia belajar menajdi pengusaha dan mau keluar daerah untuk merantau. Kebanyakan mereka memang mempunyai kultur bekerja di luar daerah atau merantau. Ada kelompok atau paguyuban yang biasanya mewadahi mereka ketika di tempat rantau.
Tiga , pengusaha tangguh ini cekatan. Karena berlatih setiap hari rata-rata mereka cekatan dalam bidangnya. Misalnya pengusaha sate ayam madura. Mereka sangat cekatan membersihkan ayam segar untuk di ambil daging sebagai bahan baku sate ayam.
Mereka sangat paham anatomi karkas ayam baik yang bertelur atau yang tidak. Leher ayam yang cukup sedikit dagingnya di tangan mereka berubah menjadi lima tusuk sate atau lebih. Bayangkan berapa puluh tusuk sate ayam di hasilkan jika menggunakan daging di daerah dada atau ayam.
Kebanyakan dari penjual sate ayam ini mempunyai langganan untuk memasok bumbu dan bahan lainnya. Tukang cukur langganan saya mengaku belum pernah melakukan kesalahan memotong rambut pelanggan.
Ketrampilan itu terlihat ketika mencukur balita yang tidur pulas. Dengan sigap mencukur rambut balita lucu itu tanpa membangunkannya. Ketrampilan ini di dapat dari belajar selama dua sampai tiga minggu saja.
Setelah terampil ada yang masih ikut dengan tukang cukur lainnya atau kalau memutuskan membuka sendiri dia akan memilih tempat yang relatif jauh untuk meminimalkan persaingan.
Empat, merekamepunyai jiwa yang sabar. Semua pengusaha Madura yang saya temui sabar dalam melayani pembeli. Mereka memahami kebutuhan pembeli dengan cepat sehinga banyak pembeli datang lagi.
Kalau pagi hari di seputaran rumah saya di Solo biasanya sudah ada penjual sate ayam madura yang di kerumuni pembeli untuk sarapan pagi sebelum ke sekolah atau bekerja. Ibu itu sabar dan ramah melayani keinginan pembeli bahkan yang termurahpun di layani dengan sabar. Ibu itu tahu berapa uang saku anak-anak itu setiap hari.
Saya biasanya mengenali bidang usaha pengusaha yang berasal dari Madura. Ada beberapa bidang usaha atau bisnis yang secara dominan di tekuni oleh pengusaha dari pulau garam ini.
Pertama, bisnis besi atau logam atau besi rosokan dan sejenisnya. Entah dari mana ilmunya selalu saja ada bos atau juragan besi loak ada yang berasal dari pulau garam ini. Mereka menguasai ilmu menaksir harga besi loak bahkan yang amsih tertanam di puing bangunan yang tersebar. Hebatnya mereka sudah punya koneksi terhadap pabrik peleburan atau pengepul besi loakan dan logam lainnya.
Saya masih ingat ketika kerusuhan Mei 98 di Solo banyak sekali bangunan yang terbakar. Ada teman pengusaha besi loak yang dapat pekerjaan menaksir harga besi yang tertanam di bangunan yang telah terbakar tersebut.
Dia berhasil mendapatkan besi tembaga dari eskalator mall sebanyak lima truk lebih. Kata dia ini ada kandungan tembaga murni yang berasal dari kabel eskalator.
Dan dengan terampil segera memilah milah besi dan logam lainnya. Pasar besi loak di sekitaran Silir Solo kelihatanya masih banyak dari pengusah Madura ini. Kenalan saya ini juga pernah membeli beberapa kapal untuk di ambil besi dan kandungan logam lainnya.
Ketika saya tanya dari mana ilmu menaksir dan memperkirakan harga beli dan harga jual setelah mendapatkanya, sambil tersenyum dia hanya berucap dari lapangan saja. Sungguh keterampilan yang keren.
Dua, sate ayam Madura yang selalu ada di setiap jalan strategis. Kalau ini sejak kecil saya di Solo tidak asing dengan makanan sate ayam Madura ini karena belakang rumah saya terbilang cukup banyak pengusaha sate ayam Madura ini berproduksi.
Mereka menyewa rumah petak atau kos kosan kemudian dengan cepat berproduksi membuat sambal sampai menyiapkan ayam untuk di buat sate ayam madura.
Kalau sudah berkeluarga maka yang perempuan setiap pagi sampai siang berkeliling menjajakan sate madura ini dengan lontong. Ibu-ibu penjual sate madura ini sampai sekarang masih terlihat di kota Solo.
Ibu-ibu penjual sate madura ini menjajakan dengan bakul berisi panci isi sate, lontong dan tempat bara api untuk meenghangatkan dan atau membuat sate ayam. Sementara itu si suami akan membuat lapak warung kecil.
Lapak warung ini saya dengar mempunyai area coeverage tertentu misal stiap dua kilometer baru ada lapak sate ayam amdura ini. Lapak ini bahkan bisa diperjualbelikan antara mereka. Si bapak juga ada yang berkeliling dengan gerobak sate ayam yang khas. Masyarakat memang banyak yang suka dengan sate ayam madura ini.
Di Solo ibu saya yang pengusaha sampai sekarang melayani pembelian bahan baku untuk sate ayam madura ini kecuali ayam segarnya. Di kampung saya di Solo bahkan beberapa tetangga yng putus sekolah bisa bekerja paruh wajtu membantu pedagang sate ayam ini dengan membuat sate ayam mentah sebagai bahan baku untuk nanti malam.
Jadi pengusaha sate ayam madura biasa memperkerjakan beberapoa tetanga atau siapa saja yang mau setiap harinya dengan upah per hari.Tiga, nasi khas madura. Ada yang menuliskan di warungnya nasi babat khas madura ada juga yang menuliskan nasi madura sambal hitam. Warung nasi ini menyajikan lauk yang khas berupa jerohan sapi dan jerohan ayam yang di goreng dengan sambal hitamnya.
Jerohan sapi biasanya bagian babat dan lainnya. Produk ini semakin di kenal dengan banyaknya konten kreator yang membuat video tentang kuliner yang hidden gem. Mereka membuat istilah-ilstilah keran tentang komentar masakan ini antara lain medok, luget, markidang dan lain-lain. Saya sangat setuju dengan hal ini. Sudah saatnya produk kuliner asli Indonesia di sukai dan terkenal di Indonesia.
Empat, warung cukur madura. Warung cukur ini biasanya mempunyai pelanggan tetap di berbagai kalangan biasanya di dominasi laki-laki. Dari pelajar SD yang di antar ibunya sampai taruna pendidikan kedinasan yang membutuhkan jasa memotong rambutnya. Warung cukur madura biasanya mempunyai layout yang sederhana dan cukup mungil tapi selalu terletak di tempat strategis.
Layoutnya hanya kursi potong ranmbut satua atau lebih, kipas angin besar, cermin besar dan beberapa foto ulama kkharismatik panutan mereka. Kursi panjang dari kayu sebagai ruang tunggu. T
anpa banyak omong menanyakan model rambut yang di inginkan dan segera mencukur rambut pelanggan. Adanya kalanya jika yang di cukur balita masih di gendongan ibunya tertidur pulas mereka dengan cekatan pula mencukur rambut balita dengan berdiri. Tarip cukur rambut ini sangat jarang berubah atau naik berulang kali bahkan ketika BBM naik banyak warung cukur madura belum latah ikut-ikutan menaikkan tarif cukur mereka.
Kelima ya warung kelontong ini atau yang di kenal dengan Maduramart. Secara sekilas di media sosial seriung di ulas keaadan lay out madura mart ini. Kios atau warung yang tidak luas tapi sangat lengkap dengan berbagai barang kebutuhan sehari-hari dengan harga eceran.
Tidak ada promosi diskon dan lainnya seperti indomart atau alfamart yang lebih terkenal. Selalu berada di tempat strategis dengan pencahayaan lampu yang terang sehingga dari jauh mudah di kenali. Penjaga mungkin sekaligus pemiliknya hanya satu yang duduk asik bermain dan memainkan telepon genggam mereka. Yang paling keren adalah mereka buka 24 jam.
Kebutuhan mendadak seputar kebutuhan sehari-hari bisa segera di dapatkan di madura mart ini. Beberapa media mengabarkan untuk harga barang di Maduramart hanya mengambil untung kecil saja sehingga di anggap relatif lebih murah.
Pasar sasarannya adalah masyarakat sekitar antara lain ibu-ibu kompleks dan kampung, anak kos yang butuh mi instan karena lapar malam-malam sementara toko lain sudah tutup, orang butuh rokok dan korek api, orang lewat dan lain sebagainya.
Keuletan pengusaha Madura
Pendapat saya tentang keuletan pengusaga dari pulau garam ini adalah kegigihan mereka dalam berbisnis. Mereka konsiten menjual produk dan menguasai teknik produksinya dengan baik. Harga relatif terjangkau dan tersedia setiap saat.
Ada tetangga saya di Solo yang meyakini tidak perlu sekolah atau kuliah tinggi. Sekolah yang penting bagi mereka adalah bisa baca tulis dan berhitung sederhana menggunakan kalkulator kemudaian anak itu tidak disekolahkan.
kejadian ini cukup lama ya karena kalau sekarang pasti menjadi perhatian pemerintah setempat mengenai usia sekolah anak. Nah anak itu sehari-harinya ya cuman main sampai puas. Begitu di anggap cukup umur ke umur belasan tahun maka anak itu di beri modal dalam hal ini modal membuka sate ayam maduara dan mulai berjualan.
Jika sudah dianggap cukup umur untuk menikah ya menikah. Hidupnya terlihat sederhana. keinginan utamanya adalah mempunyai rumah dan toko sendiri.
Manajemen Bisnis pengusaha pulau garam
Melihat paaran saya di atas saya bisa mengatakan bahwa manajemn bisni merak cukup baik bahkan sudah terbukti di lapangan bisa survive. Apa artinya? Bahwa mereka para pengusaha dari pulau garam ini sebenaranya sudah mempunyai banyak strong point yang cukup bahkan lebih dari cukup untuk bisa bertahan di dunia bisnis Indoensia.
Manajemen mereka para pengusaha dari pulau garam ini cukup rapi. Adanya kelompok dan paguyuban, kesepakatan pengaturan titik lokasi bisnis dalam hal ini warung sate madura, pelatihan dan pengembangan dalam hal ini ada memang pelatihan memotong rambut, dan fokus pada bisnis yang di tekuni.
Semua yang saya sebut sering di ajarkan di kelas-kelas manajemen dengan bahasa ilmiah. Mereka bahkan tidak tahu kalau yang mereka lakukan sehari-hari adalah bagian dari ilmu manajemen yang.
Bagi saya itu cukup untuk melanjutkan bisnis dengan konsep persaingan yang sehat. Apa artinya ? ya Maduramart mempunyai potensi akan di kenal dan di akui oleh masyarakat Indonesia sebagai bentuk retail kedua yang cukup di minati produknya.
Sebagai UMKM yang eksis dan mampu bertahan setelah adanya pandemi Madura mart tidak perlu di takuti secara berlebihan oleh pelaku retail sebelumnya. Yang menang dalam persaingan adalah yang efisien.
Tentu juga Maduramart juga harus patuh pada peraturan daerrah yang melarang operasi usaha setelah puluk sepuluh malam. UMKM Maduramart keren. Mari kita dukung retail UMKM yang berasal dari negeri sendiri. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi