INDONESIA adalah negara berkembang yang diminati banyak investor asing. Berbagai wilayah di Indonesia memiliki potensi yang besar di masing-masing daerahnya sehingga mampu mengembangkan Indonesia dengan ciri khasnya.
Investasi sebagai salah satu basis pembangunan negara Indonesia memiliki konsekuensi yang lebih terkait dengan peran dan kewajiban pemerintah dalam mengembangkan minat warga indonesia sebagai seorang investor.
Mahasiswa sebagai agen perubahan masa depan seringkali terlibat dalam pengalaman yang mencakup pendidikan, pengembangan diri, dan tentu saja perencanaan finansial.
Investasi bukan lagi hanya domain para profesional keuangan atau pengusaha berpengalaman. Mahasiswa pun memiliki peran penting dalam merangkul dunia investasi sebagai cara untuk membangun fondasi keuangan yang kokoh sejak dini.
Sebagai seseorang diberi amanah oleh Allah SWT untuk melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi, tentu kita harus memanfaatkan kesempatan emas ini untuk belajar berbagai ilmu, termasuk pemahaman tentang keuangan.
Karena kita tahu sendiri bahwa seorang muslim wajib hukumnya untuk menjadi kaya, dalam prespektif ilmu maupun keuangan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat anak sepantaran kita yang harusnya memiliki kesempatan untuk berinvestasi, tetapi mereka memilih untuk menghamburkan uang demi hal yang cukup tidak berguna.
Pengelolaan uang yang bijak adalah fondasi utama keberlanjutan keuangan seseorang. Dalam dunia yang terus berubah ini, memiliki pemahaman yang kuat tentang cara mengelola uang menjadi semakin penting. Salah satu strategi yang dapat diterapkan dengan sukses adalah investasi. Investasi bukan hanya tentang mengembangkan kekayaan, tetapi juga tentang merancang masa depan keuangan yang mapan.
Banyak hal yang bisa mengubah hidup. Salah satunya adalah dengan belajar tentang opportunity cost di mikro ekonomi.
Seperti yang kita ketahui, semua hal di hidup ini ada trade off-nya. Sebagai contoh singkatnya seperti waktu nongkrong bersama teman, ada opportunity cost yang bisa kita gunakan untuk mempelajari skill baru, juga uang yang dipakai untuk belanja barang depresiasi bisa digunakan untuk investasi.
Sebagai mahasiswa gen Z yang digadang – gadang menjadi penerus terciptanya generasi Indonesia Emas di tahun 2045 nanti, dalam era di mana informasi finansial sangat mudah diakses dan pemahaman tentang investasi menjadi kunci sukses mencapai financial freedom.
Investasi tidak hanya terkait tentang perbankan dan saham, tetapi semua yang mencakup berbagai instrumen keuangan. Seperti crypto, obligasi, reksadana, dan banyak lagi pengembangan dari industri tersebut.
Namun, di antara semua itu, yang paling penting adalah investasi leher ke atas. Karena dengan mempelajari ilmu keuangan tentang investasi kita dapat memperoleh hasil yang lebih profitable. Ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk memulai investasi.
Dengan memahami diversifikasi portofolio dan memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan finansial individu masing – masing, hal ini akan membentuk seorang investor muda yang cerdas dan menciptakan kebiasaan berinvestasi secara long time.
Budaya investasi jangka panjang seperti ini dapat membantu kita sebagai mahasiswa untuk memahami betapa pentingnya mengelola keuangan.
Sebagai seseorang yang bisa dikatakan berpendidikan tinggi di masyarakat, kita tentu tidak ingin dipandang sebelah mata ketika sudah berkeluarga nanti. Maka dari itu, ayo mulai dari sekarang menciptakan literasi berinvestasi sebagai mahasiswa millenial.
Pentingnya literasi keuangan tidak dapat diabaikan dalam bentuk investasi. Sebagai mahasiswa milenial, kita perlu memahami cara mengelola keuangan (money management concept), termasuk mengatur risk dan reward.
Sehingga dengan pemahaman ini, kita dapat membuat keputusan yang lebih akurat dalam berinvestasi dan bisa menghindari floating loss serta cut loss seminim mungkin. Selain pengetahuan praktis yang dapat kita akses dalam berinvestasi di zaman sekarang, budaya investasi juga mencakup aspek mental.
Kita sebagai mahasiswa perlu memahami pentingnya ketahanan emosional dan kesabaran dalam menghadapi fluktuasi market yang tidak menentu. Pembelajaran ini tidak hanya memberikan keuntungan terhadap finansial, tetapi juga membentuk karakteristik kita sebagai investor milenial.
Hidup dalam zaman di mana ekonomi dunia tidak menentu, inflasi semakin meningkat tiap tahun dan perang antar negara mulai memanas merupakan hal yang tidak bisa kita ubah. Yang bisa kita lakukan hanyalah bagaimana cara kita menyikapi hal ini.
Sebagai contoh, kita dapat melihat perang antara Rusia dan Ukraina. Hal ini sangat berdampak terhadap harga oil dunia per barrel. Sehingga, saham saham oil seperti Medc, Apex dan Ruis ikut naik. Bahkan, ketiga saham tersebut mampu menyentuh auto reject atas selama beberapa hari. Kita sebagai mahasiswa milenial tentu tidak ingin ketinggalan kesempatan emas seperti ini.
Dengan membangun literasi membaca, termasuk tentang perekonomian dunia kita dapat menghindari fare of missing out (fomo) untuk masuk dalam sebuah emiten.
Mahasiswa seringkali berpikir bahwa investasi hanya untuk kalangan atas dan pengusaha saja. Tetapi pandangan seperti ini salah kaprah. Untuk membuka sebuah akun sekuritas saja hanya memerluhkan sebuah handphone dan kuota.
Untuk belajar ilmunya pun juga begitu. Di Youtube dan platfom media sosial lainya kita bisa belajar tentang investasi dari a – z tanpa harus mengeluarkan sepeserpun cuan dari kantong.
Saat kita berfoya-foya dengan kehidupan yang berkecukupan dalam dunia perkuliahan, banyak dari teman kita yang sudah memulai investasi tanpa kita sadari.
Mungkin kita menganggap remeh mereka. Karena nilai aset yang bisa dibilang masih sedikit. Ingat, pepatah Jawa “sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit”. Inilah mindset yang harus kita tanamkan dalam pikiran kita.
Beberapa manfaat investasi bagi mahasiswa antara lain: Pertama, meningkatkan pengetahuan keuangan: budaya investasi membuka pintu bagi mahasiswa untuk memahami prinsip-prinsip dasar keuangan. Mereka harus belajar mengenai risiko dan imbal hasil, diversifikasi portofolio, dan jenis investasi yang sesuai dengan tujuan mereka sendiri.
Kedua, pembentukan kebiasaan menabung. Investasi seringkali dimulai dengan menabung. Untuk memulai investasi sendiri kita juga harus memiliki modal. Mahasiswa yang membiasakan diri menabung untuk berinvestasi dengan istiqomah akan berdampak sangat positif di masa tua nya nanti, termasuk untuk anak dan cucu di masa depan.
Ketiga, pengembangan keterampilan dalam pengambilan Keputusan. Proses pengambilan keputusan dalam berinvestasi mengajarkan mahasiswa untuk mengevaluasi risiko dan imbal hasil. Keterampilan ini sangat berharga bahkan tidak hanya dalam dunia keuangan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Tidak semua orang bisa melakukan hal seperti ini dengan percaya diri, tetapi apabila dilakukan dengan niat yang dalam, Insya’Allah akan sukses, dan kesuksesan akan melahirkan kesuksesan lainya.
Keempat, pembentukan modal untuk masa depan. investasi memberikan mahasiswa peluang untuk membangun modal yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan masa depan, seperti pendidikan lanjutan, pembelian rumah, atau persiapan pensiun, bahkan titik tertingginya bisa sampai financial freedom seperti investor sukses: warrent buffet, Lo Kheng Hong dan lain-lain.
Dikutip dari The Psycology of Money sebuah buku karya Morgan Hausel, melalui buku ini si penulis menyampaikan bahwa 99 persen kemungkinan kita bisa kaya dan mempertahankan kekayaan kita adalah dengan how people behave with money. Bagaimana kita punya perilaku dan relationship kita tentang uang.
Compounding adalah salah satu strategi yang diajarkan oleh si penulis. Bagaimana cara kita mengembangkan dana yang kita investasikan secara tepat dan jangka waktu yang panjang, sehingga menghasilkan return yang berkali – kali lipat.
Harapannya, dalam sebuah investasi kita tidak hanya mendapat capital gain dari kenaikan laba dari perusahaan tersebut, tetapi juga deviden yang diberikan oleh perusahaan. Sehingga dengan money management yang tepat, kita dapat menginvestasikan kembali keuntungan kita dalam aset lain.
Dikutip dari buku lain, Atomic Habbits karya James Clear, penulis dan pembicara berfokus dengan topik kebiasaan, pengambilan keputusan dan juga perbaikan berkelanjutan. Karya-karya dari James Clear sendiri muncul pada The New York Times, Time, CBS This Morning dan juga pada entrepreneur.
Ia mengungkapkan hal-hal kecil di hidup kita yang kita anggap remeh dapat berdampak luar biasa di masa yang akan datang. Dalam beberapa halaman dari buku tersebut juga dijelaskan beberapa trik menarik. Seperti Dua Menit Masuk ke dalam Zona Goldilocks.
James Clear mengatakan bahwa trik dua menit ini menjadi aturan yang akan menjadi patokan. Maksud James dari patokan di sini adalah sesuatu menjadi susah itu ketika kita langsung memikirkan hal yang belum kita lakukan dan dari pemikiran tersebut. Sehingga kita menjadi terbayang beratnya terlebih dahulu sebelum mencoba.
Daripada terlalu fokus dengan pemikiran kita yang membuat suatu pekerjaan menjadi jauh lebih berat, James ingin kita mencoba untuk mengerjakan sesuatu itu selama dua menit terlebih dahulu. Ini merupakan sesuatu hal yang akan men-trigger kita untuk meneruskan pekerjaan atau suatu hal lainnya dengan mudah.
Ketika kita mengabungkan pemikiran James yang dituangkan di buku ini dengan mindset kita tentang investasi, maka hal itu akan membuat kita semakin konsisten dalam berinvestasi. Contohnya, rajin menyisihkan uang saku tiap bulan, menyaring kembali isu-isu baru tentang emiten yang kita beli.
Semakin kita mengakumulasikan buku-buku yang kita baca terhadap kehidupan berinvestasi, maka planning kita untuk menuju sebuah goals akan semakin meningkat pesat tanpa kita sadari.
Setelah memahami finacial freedom dapat kita simpulkan bahwa banyak langkah-langkah konkrit yang bisa kita ambil untuk mendorong budaya investasi di kalangan mahasiswa.
Seperti program pendidikan keuangan yang terintegrasi dalam kurikulum universitas, lokakarya investasi, atau seminar oleh investor lokal sukses yang dapat memberikan wawasan tambahan yang menjadi dorongan positif terhadap investasi dan dunia pasar modal.
Selain itu, kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga keuangan juga dapat menciptakan peluang investasi yang spesifik untuk mahasiswa.
Dalam era di mana ketidakpastian ekonomi yang semakin hari semakin tidak terkendali, budaya investasi bagi mahasiswa yang berisiko rendah dan reward yang besar adalah investasi dalam keberlanjutan masa depan.
Ketika mahasiswa mengadopsi pola pikir ini, mereka tidak hanya meraih kebebasan finansial pribadi, tetapi juga membantu membangun masyarakat sekitar agar lebih kuat secara ekonomi.
Oleh karena itu, membentuk budaya investasi bagi mahasiswa adalah salah satu langkah kritis untuk menuju generasi yang membangun pemahaman yang kokoh tentang keuangan pribadi dan pengelolaan risiko. (*/aro)
Ahmad Falah Mujibul Khakim
Mahasiswa PGSD FKIP Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang
Editor : H. Arif Riyanto