Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Runtuhnya Reputasi Sang Panglima Hukum

M
Penulis: Miftahul A’la❯
Ilustrasi kasus korupsi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus)
Ilustrasi kasus korupsi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus)

Advertisement

 

INDONESIA mendadak heboh. Bukan karena torehan prestasi yang membanggakan di kancah dunia, melainkan karena hantaman badai korupsi yang kembali mengoyak kepercayaan publik. Selama dua pekan terakhir, perhatian bangsa tersedot secara paksa ke episentrum penegakan hukum negara.

Sebuah ironi terbesar tersaji di depan mata ketika sosok yang dulunya menjadi panglima dalam membongkar berbagai megakorupsi, kini justru berdiri mengenakan label yang paling ia perangi: tersangka. Dialah mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Advertisement

Gedung Bundar Kejaksaan Agung, tempat yang selama empat tahun terakhir menjadi saksi ketegasan Febrie menjerat para koruptor kakap, mendadak berubah atmosfer menjadi ruang yang sunyi sekaligus menegangkan. Pekan lalu, Febrie harus kembali ke sana. Bukan untuk memimpin ekspose perkara besar, melainkan untuk duduk di kursi pemeriksaan selama 11 jam, dihujani pertanyaan demi pertanyaan oleh tim penyidik khusus.

Runtuhnya reputasi sang jenderal penegak hukum bermula dari penggerebekan beruntun yang dilakukan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Bareskrim Polri. Publik dibuat terperangah saat satu demi satu tabir kemewahan yang janggal mulai tersingkap. Di balik dinding kayu sebuah rumah di kawasan Sentul, polisi menemukan brankas rahasia berisi kekayaan fantastis: puluhan kilogram emas batangan, tumpukan uang tunai miliaran rupiah, hingga jutaan mata uang asing. Kekayaan masif yang mustahil diraih hanya dari gaji seorang abdi negara.

Kini, Febrie resmi menyandang status tersangka atas dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait penanganan perkara PT Asabri. Di luar ruang sidang, polemik terus menggelinding liar. Langkah mengejutkan pelimpahan berkas penyidikan dari tangan kepolisian ke Kejaksaan Agung menuai kritik tajam dari para ahli hukum, yang mencium aroma pekat konflik kepentingan. Publik bertanya-tanya, mampukah Korps Adhyaksa memeriksa mantan petingginya sendiri secara adil dan transparan?

Advertisement

Kepercayaan public pun mulai runtuh. Ungkapan bahwa "tidak ada pejabat yang bersih" kini bukan lagi sekadar prasangka. Melainkan telah bergeser menjadi sebuah kesimpulan kolektif yang menyakitkan di benak masyarakat. 
Ruang publik kita terus-menerus disuguhi tontonan yang sama.

Wajah-wajah berpendidikan yang mengenakan rompi tahanan, berbaris rapi di bawah kilatan lampu kamera. Dari menteri, kepala daerah, anggota dewan, hingga benteng terakhir penegak hukum, silih berganti mempertontonkan pengkhianatan terhadap sumpah jabatan mereka.

Di saat masyarakat kecil harus menghadapi hukum yang dingin dan kaku untuk pelanggaran minor, para pejabat yang menggarong uang rakyat sering kali dihadapkan pada hukum yang mendadak penuh empati dan kompromi.

Skeptisisme massal ini tidak lahir dari ruang hampa. Ia buah dari tumpukan kekecewaan yang mengendap bertahun-tahun. Ketika sosok yang seharusnya menjadi teladan dan tameng keadilan justru ikut bersekutu merampok uang rakyat. Runtuhlah sudah pondasi kepercayaan masyarakat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tebar Uang di Gerbang Kejati, Mahasiswa Tagih Transparansi Penanganan Dugaan Korupsi Jampidsus

Tebar Uang di Gerbang Kejati, Mahasiswa Tagih Transparansi Penanganan Dugaan Korupsi Jampidsus

Mahasiswa Sebar Uang dan Replika Emas di Gerbang Kejati Jateng, Desak Transparansi Penanganan Kasus Korupsi Jampidsus

Hotman Paris Kehilangan Puluhan Ribu Followers Usai Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Pro dan Kontra Ramai di Media Sosial

Hotman Paris Kehilangan Puluhan Ribu Followers Usai Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Pro dan Kontra Ramai di Media Sosial

Perubahan itu kemudian memunculkan berbagai spekulasi dari warganet mengenai penyebab banyaknya akun yang berhenti mengikuti Hotman Paris.

Viral Motor Listrik di Dekat Tumpukan Sampah, Begini Tanggapan BGN

Viral Motor Listrik di Dekat Tumpukan Sampah, Begini Tanggapan BGN

Video motor listrik diduga MBG terparkir dekat tumpukan sampah viral. BGN dan Kejagung membantah kendaraan itu terkait pengadaan motor listrik mereka.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer