Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bonus Demografi Peluang atau Tantangan?

T
Penulis: Tri Waluyoningsih❯
Theresya Amelia Prabowo
Theresya Amelia Prabowo

RADARSEMARANG.ID, Bonus demografi sudah bukan menjadi topik yang baru bagi Indonesia.


Advertisement

Pada tahun 2030 mendatang, Indonesia diprediksi akan memasuki fenomena bonus demografi.

Bahkan, saat ini Indonesia digadang-gadang telah memasuki fase bonus demografi. 

Apa itu bonus demografi? Bonus demografi merupakan sebuah kondisi dimana jumlah penduduk yang berada dalam usia produktif yakni 15 - 65 tahun lebih besar dibandingkan usia 0 - 14 tahun dan di atas 65 tahun.

Advertisement

Jika disikapi dan dikelola dengan baik, bonus demografi dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.

Semakin banyaknya usia yang produktif menjadikan masyarakat lebih bersemangat dalam belajar dan meningkatkan potensi diri.

Apalagi persaingan yang semakin ketat, dapat menciptakan generasi yang kreatif dan inovatif.

Advertisement

Dukungan pemerintah dan instansi pendidikan mengenai kewirausahaan juga semakin meningkatkan jiwa wirausaha bagi kalangan anak muda masa kini.

Tentunya kemunculan wirausahawan dapat menjadi peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru sehingga inilah yang kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, jika peluang tersebut tidak tergarap dengan baik, maka bonus demografi akan menjadi tantangan tersendiri.

Jika tidak diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja baru yang memadai, maka dapat menjadi bumerang.Karena dapat berujung pada bertambahnya angka pengangguran.

Hal ini bukan hanya menghambat pertumbuhan ekonomi tetapi dapat memicu masalah sosial.

Jadi, bonus demografi ini bagaikan dua sisi. Bisa menjadi peluang namun juga tantangan.

Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Untuk menyikapinya dengan bijak perlu pengembangan kreativitas, inovasi, dan kepribadian masyarakat sejak dini.

Sehingga kedepannya mampu mendorong terciptanya generasi yang berdaya saing tinggi.

Potensi tenaga kerja yang besar dapat meningkatkan produktivitas. Sehingga, terciptanyanya lapangan kerja dirasa mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi.

Oleh : Theresya Amelia Prabowo

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Menyalakan Mesin Mandiri Ekonomi Syariah Jawa Tengah

Menyalakan Mesin Mandiri Ekonomi Syariah Jawa Tengah

Ekonomi syariah Jawa Tengah perlu ditopang kemandirian pelaku usaha. Dukungan pemerintah dan BI menjadi pemicu, sedangkan etos, inovasi, dan pembiayaan syariah jadi penggerak utama.

Gubernur Jateng Persilakan Iwapi Kelola Potensi Aset Daerah untuk Dorong Ekonomi

Gubernur Jateng Persilakan Iwapi Kelola Potensi Aset Daerah untuk Dorong Ekonomi

Gubernur Jateng Persilakan Iwapi Kelola Potensi Aset Daerah untuk Dorong Ekonomi

Momentum Hari Lahirnya Pancasila, PLN Raih Penghargaan CSR Peduli Lingkungan dari Pemkot Salatiga

Momentum Hari Lahirnya Pancasila, PLN Raih Penghargaan CSR Peduli Lingkungan dari Pemkot Salatiga

General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menyampaikan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa peran PLN tidak hanya sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan berkel

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer