RADARSEMARANG.ID — Jalan Tol Demak Tuban adalah proyek jalan tol yang direncanakan membentang sepanjang 171,93 kilometer, menghubungkan Demak dan Tuban di jalur utara Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Proyek ini merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa dan bertujuan untuk meningkatkan konektivitas serta mengurangi kemacetan.
Baca Juga: Mumpung Gratis Tol Jogja-Solo Segmen Klaten-Prambanan Sudah Dibuka, Bisa Dicoba
Tol ini direncanakan membentang sekitar 171,93 kilometer, menghubungkan Demak dan Tuban melalui beberapa kabupaten di jalur utara Jawa Tengah, seperti Kudus, Pati, dan Rembang.
Pembangunan tol ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta mengurai kemacetan di wilayah yang dilalui.
Proyek ini masih dalam tahap perencanaan dan persiapan, dengan beberapa kendala dan penundaan yang dihadapi, termasuk masalah pembebasan lahan dan studi AMDAL.
Pembangunan tol ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan, meningkatkan mobilitas barang dan orang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah terkait.
Meskipun terdapat beberapa tantangan dan penundaan, pembangunan Tol Demak-Tuban tetap menjadi perhatian penting dalam pengembangan infrastruktur di Jawa.
Warga Jawa Tengah akan menyambut salah satu proyek infrastruktur terbesar, yakni pembangunan Jalan Tol Demak–Tuban dengan nilai investasi mencapai Rp45,71 triliun.
Proyek ini dijadwalkan mulai dibangun pada tahun 2026, di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi.
Tol Demak–Tuban akan menjadi salah satu ruas terpanjang di Indonesia dengan panjang mencapai 171,93 kilometer, dan batas kecepatan kendaraan maksimal mencapai 100 km/jam.
Jalan tol ini juga akan terhubung langsung dengan Tol Semarang–Demak, serta menjadi bagian penting dari jaringan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Jawa Tengah dengan Jawa Timur.
Walaupun masih dalam tahap investasi, pelaksanaan pembangunan tol ini diperkirakan akan segera terealisasi.
Proyek ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga diharapkan mampu mengurangi kemacetan di jalur Pantura, terutama di kawasan Juwana–Rembang.
Pembangunan tol ini akan dilakukan secara bertahap.
Sesi pertama, yang mencakup ruas Demak Rembang sepanjang 93 km, direncanakan dimulai tahun 2026 dan ditargetkan rampung pada 2027, dengan operasional penuh di tahun 2028.
Selanjutnya, sesi kedua akan menggarap ruas Rembang Tuban sepanjang 87 km, yang pembangunannya dijadwalkan pada 2030–2031, dan diharapkan bisa beroperasi mulai tahun 2032.
Kehadiran tol ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan wilayah dan penguatan infrastruktur jangka panjang. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi