RADARSEMARANG.ID, Pemalang — Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Pemalang–Batang, tepatnya di Km 315+900 jalur A, wilayah Desa Karangasem, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada Jumat (2/5/2025) sekitar pukul 02.40 WIB.
Salah satu korban dalam insiden tersebut adalah anggota Komisi IX DPR RI, Alamudin Dimyati Rois, yang akrab disapa Gus Alam.
Gus Alam merupakan salah satu penumpang mobil Toyota Innova bernomor polisi H 1980 CM yang menabrak truk fuso dari belakang.
Kecelakaan ini menyebabkan dua penumpang tewas di lokasi kejadian, sementara dua lainnya mengalami luka berat.
Gus Alam sendiri dilaporkan mengalami luka berat dan saat ini masih dirawat di rumah sakit.
Berikut profil Gus Alam:
Alamuddin Dimyati Rois lahir di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, pada 26 Desember 1980.
Ia adalah alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Diponegoro Semarang.
Gus Alam telah terpilih sebanyak empat kali sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan 1 Jawa Tengah, yang mencakup Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, dan Salatiga.
Ia menjabat mulai periode 2009-2014, 2014-2019, 2019-2024, dan kini pada periode 2024-2029.
Sebagai putra dari almarhum KH Dimyati Rois, Gus Alam dikenal sebagai sosok yang ramah dan religius.
Pada 2017, ia mendirikan sekaligus menjadi pengasuh Pondok Pesantren Al Fadllu Wal Fadhilah 2 di Srogo Sidorejo, Kecamatan Patebon, Kendal.
Anggota Komisi VIII DPR-RI (2009 - 2014)
Karir
• Anggota Komisi VIII DPR-RI (2009 - 2014)
Pendidikan
• IPS, SMA Pelita Mandiri (2003)
• FISIPOL Universitas Diponegoro.
Beliau termasuk putra dari ulama KH. Dimyati Rois pengasuh Pondok Pesantren Al Fadhlu Wal Fadhilah Kendal.
Alamuddin Dimyati Rois bertugas di Komisi V yang menaungi bidang Perhubungan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal, Meteorologi, Klimatologi & Geofisika
Alamuddin Dimyati Rois bertugas di Komisi VIII yang mengurusi masalah Departemen Agama, Departemen Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia dan Zakat.
Di tahun Februari 2016, Alamudin dipanggil menjadi saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi suap proyek-proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat oleh beberapa anggota Komisi 5 antara lain Damayanti Wisnu Putranti.
Lahir di Kendal, Semarang, putra dari salah satu ulama kharismatik Jawa Tengah, KH. Dimyati Rois ini tidak pernah berharap masuk ke dunia politik.
Karena ayahnya adalah pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadhlu Wal Fadhilah di kampung halamannya, Alamudin dibesarkan dengan dasar agama dan akrab dengan kehidupan masyarakat religius khas Jawa Tengah.
Alamuddin muda juga dikenal giat menimba ilmu agama dan juga pandai bergaul serta berorganisasi seputar dunia kepemudaan di daerah tempat tinggalnya.
Dibesarkan di tengah lingkungan agamis tidak menghalangi pria yang lahir pada tanggal 26 Desember 1980 untuk mencari ilmu dan bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat.
Alamuddin menempuh jenjang perguruan tinggi dengan masuk ke FISIPOL Universitas Diponegoro.
Kedekatannya dengan dunia sosial yang akhirnya membawa Alamuddin Rois terjun ke kancah politik.
Sebelum masuk ke dunia politik secara penuh, Alamudin sudah pernah terlibat dengan PKB setelah dia menduduki posisi Wakil Ketua Garda Bangsa, sebuah badan otonom yang merupakan cabang dari PKB yang mengurusi bidang kepemudaan di Jawa Tengah.
Pada Pemilihan Umum 2009, Alamuddin berhasil terpilih menjadi anggota DPR dari fraksi PKB mewakili daerah asalnya, Kendal.
Latar belakang agamanya yang kental berkat lingkungan tempatnya dibesarkan membuatnya nyaman saat dia ditempatkan sebagai anggota dari Komisi VIII DPR yang membidangi urusan keagamaan, perempuan dan bencana alam.
Figur yang dinilai kritis dalam mengkritisi langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dalam menanggulangi krisis-krisis agama di negeri ini menilai pemerintah belum efektif dan optimal dalam melakukan tugasnya, terutama dalam mengambil kebijakan mengenai permasalahan dengan pelayanan haji yang diberikan oleh Departemen Agama.
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai sekretaris Dewan Syuro DPW PKB Jawa Tengah dan Wakil Ketua Garda Bangsa, sebuah badan otonom PKB yang mengurusi bidang kepemudaan di Jawa Tengah.
Kecelakaan ini mengundang perhatian publik dan menyoroti keselamatan berkendara di jalan tol.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti dari kecelakaan tersebut. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi