RADARSEMARANG.ID, Semarang — Irjen Agus Suryonugroho, Kakorlantas Polri, telah menyusun rencana rekayasa lalu lintas untuk persiapan arus balik Lebaran 2025.
Untuk memastikan arus balik lancar, rekayasa lalu lintas pun dilakukan.
Pada 3 April dilakukan contraflow dan One Way nasional pada 6 April.
Baca Juga: Terbaru ChatGPT Bisa Ubah Foto Lawas Jadi Animasi Gaya Studio Ghibli Begini Caranya
“Bapak Kapolri memerintahkan untuk merumuskan cara bertindak pada saat arus balik. Arus balik yang diperkirakan akan terjadi pada tanggal 5 April atau 6 April, tentunya kita harus melakukan langkah-langkah strategis dengan semua stakeholder kaitannya dengan tata kelola rekayasa lalu lintas,” ujarnya.
Namun, jalur lokal akan diperpanjang lagi jika lonjakan terus terjadi hingga 5 April. Sementara jalur nasional akan dimulai pada 6 April, kata Kakorlantas.
“Pada tanggal 5 April akan kita perpanjang lagi satu arah dari, mungkin dari Batang, termasuk mungkin dari 414. Karena pada tanggal 6 April, flag out daripada satu arah nasional yang direncanakan oleh Bapak Kapolri dan Pak Menteri Perhubungan pada tanggal 6 April pagi,” terangnya.
Dia juga menyatakan bahwa selama arus balik Lebaran, petugas melakukan pengamanan di jalan raya hingga tempat wisata.
Baca Juga: Pejuang NIP Wajib Tahu, Daftar 22 Kementerian Baru Membuka Lowongan CPNS 2025
Kakakorlantas berkomitmen untuk memastikan arus balik Lebaran 2025 berjalan lancar.
Pada saat pemudik kembali, pihaknya merekomendasikan agar mereka mempersiapkan perjalanan mereka dengan baik, menjaga kesehatan mereka, dan memastikan kendaraan mereka sehat, sehingga dapat sampai ke tujuan dengan selamat.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam pembukaan sistem satu arah (one way) nasional saat arus balik Lebaran 2025 di Gerbang Tol Kalikangkung, Kota Semarang, Minggu (6/4/2025).
Sistem ini diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan pada puncak arus balik.
Penerapan one way nasional dimulai dari Gerbang Tol Kalikangkung Semarang hingga Gerbang Tol Cikampek Utama.
Baca Juga: Jay Idzes Kapten Timnas Indonesia Pemain DIaspora Ternyata Mbahne Wong Semarang, Ini Profilnya
Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif guna menjaga kelancaran arus lalu lintas dari wilayah tengah menuju barat.
Sebelum melepas arus balik pemudik, Kapolri bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin, perwakilan Kementerian Perhubungan, serta gubernur Jateng menyapa pemudik dan membagikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian.
Kapolri menjelaskan, penerapan one way ini berdasarkan hasil evaluasi tim gabungan dari Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan jajaran polisi lalu lintas.
Listyo menyebut, sejak Sabtu malam (5/4), terjadi lonjakan signifikan kendaraan yang melintas.
Baca Juga: Agar Siap Kerja Luar Negeri, Pemerintah Merubah Masa Belajar Siswa SMK Jadi 4 Tahun
“Karena sudah melebihi rerata, kita putuskan pagi ini one way nasional dimulai dari KM 414 sampai KM 70,” ujarnya.
“Dilanjut contraflow dari KM 70 sampai KM 36, dan selanjutnya diatur satu lajur dari KM 36,” imbuh kapolri.
Untuk mengantisipasi kemacetan ekstrem, Kapolri menegaskan, jalur alternatif seperti Tol Cisumdawu juga disiapkan.
Bahkan, apabila diperlukan, tarif tol untuk jalur tersebut akan digratiskan.
“Kegiatan one way nasional ini akan terus kami pantau. Harapannya, pemudik tetap berhati-hati, dan bisa sampai ke tujuan dengan selamat,” tambahnya.
Baca Juga: Klaim Sekarang Kode Redeem Free Fire Indonesia Menang vs Bahrain Dapatkan Hadiah Voucher Incubator
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi turut mengapresiasi pelaksanaan arus balik yang berjalan kondusif sejauh ini.
“Semuanya berjalan normal, bahkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya usai kegiatan.
Berdasarkan data dari Posko Terpadu Pemprov Jateng yang mencatat laporan dari PT Jasa Marga Semarang Batang (JSB), sejak Jumat (4/4/2025) pukul 06.00 hingga Sabtu (5/4) pukul 05.59 , tercatat 76.309 kendaraan melintas dari Gerbang Tol Kalikangkung menuju arah Jakarta. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi