RADARSEMARANG.ID - Dalam aksi Mayday atau perayaan Hari Buruh yang diselenggarakan kemarin (1/5) banyak kejadian ikonik yang terjadi.
Berbagai titik penting kota-kota di Indonesia ramai dipadati oleh aksi demonstrasi perayaan dari Hari Buruh Internasional.
Seperti contohnya di Kota Semarang dan Jakarta kemarin, Perayaan Mayday ini berubah menjadi kericuhan yang berujung dengan pemukulan mundur para massa aksi oleh kepolisian.
Di Semarang, seorang terduga 'intel' dari pihak kepolisian berhasil diamankan oleh massa aksi sebagai jaminan pembebasan dari anggota aksi yang ditangkap polisi.
Hari Buruh sendiri menjadi tonggak utama sebagai perjuangan kelas pekerja dalam mempertahankan kesejahteraan dan mengorganisir sesama pekerja agar tidak diperbudak oleh sistem.
Selain buruh yang ada di dalam pabrik, peristilahan 'buruh' memanglah sangat luas dari pekerja sektor pertanian, industri, hiburan hingga transportasi dan sebagainya.
Oleh karena itu, Mayday juga menjadi tempat bertemunya seluruh aspek buruh ini untuk mempererat persaudaraan sesama kelas pekerja.
Dari sisi musisi, kita kemarin diperlihatkan solidaritas dari berbagai band yang turut hadir meramaikan Mayday dan berhasil membakar semangat para buruh yang sedang menuntut haknya.
Pada aksi di Gedung DPR Senayan, Jakarta Pusat (1/5) kemarin. The Brandals, The Jansens, Usman & The Blackstones, Methosa, Barumil dan Suden Jati Andito turut serta hadir di Mayday Calling.
Sore harinya, diketahui aksi yang makin memanas turut menggerakkan pihak polisi untuk melakukan pembubaran massa yang sedang berunjuk rasa.
Saat The Jansen tampil pada pukul 17.15 WIB, Polisi melakukan pemukulan mundur dengan water cannon dari aras Slipi yang langsung membanjiri seluruh area.
Bahkan water cannon pun ditembakkan dari segala aah, termasuk dari atas gedung DPR yang berada di atas para demonstran.
Baca Juga: Di Hari Buruh, Prabowo Nyatakan Dukung Menjadikan Marsinah Sebagai Pahlawan Nasional
Bersamaan dengan hal itu, The Jansen sedang menyanyikan lagu 'Racun Suara' single baru band tersebut yang baru dirilis dua minggu sebelumnya.
Seakan mengacuhkan truk water cannon yang makin mendekat, massa yang sedang ikut bernyanyi bersama band punk asal Bogor tersebut masih terus lantang bernyanyi.
Setelah menyanyikan sekitar dua lagu, rombongan lengkap polisi yang makin mendekat, membuat para buruh, demonstran beserta truk yang membawa The Jansen pun perlahan mundur dari semprotan water cannon yang telah membasahi peralatan musik.
Source: Info Gigs Jabodetabek, Aliansi Depok, Pop Hari ini
Editor : Baskoro Septiadi