Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Sunmori Marak, Warung dan Kafe Menjamur di Magelang

Agus AP • Senin, 26 Desember 2022 | 16:24 WIB
Para rider Sunmori di Jalan Magelang-Salatiga tepatnya di Gondangsari, Kecamatan Pakis, Minggu (25/12). (M. Iqbal Amar/Jawa Pos Radar Semarang)
Para rider Sunmori di Jalan Magelang-Salatiga tepatnya di Gondangsari, Kecamatan Pakis, Minggu (25/12). (M. Iqbal Amar/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Mungkid - Fenomena Sunday Morning Ride (Sunmori) di kawasan wisata Kabupaten Magelang semakin menjamur dan membesar. Terutama di area Jalan Magelang-Salatiga tepatnya di Gondangsari, Kecamatan Pakis yang menjadi magnet para bikers. Selain menjadi tempat keramaian baru, geliat perekonomian warga sekitar berkembang dengan menjamurnya kafe, warung, dan tempat nongkrong.

Pantauan Jawa Pos Radar Magelang di lokasi, setiap weekend Jalan Magelang-Salatiga dipadati para rider. Mulai dari perorangan hingga komunitas motor. Mereka berkendara mengitari dan mengunjungi tempat baru. Terutama kawasan wisata dan tongkrongan. Tak hanya rider, para fotografer pun turut memanfaatkan momentum tersebut untuk mendulang rupiah.

Jika cerah, pemandangan di sebelah barat akan tampak lanskap lima gunung. Bahkan Gunung Prau yang berada di Wonosobo juga akan terlihat. Komposisi lengkap dengan adanya Gunung Merbabu dan Merapi disebelah timur. Biasanya mereka menjajaki lokasi wisata yang tersebar di Telomoyo hingga Ketep Pass di Kecamatan Sawangan.

Beragam aktivitas dilakukan saat komunitas melakukan Sunmori. Mulai dari permainan, sharing tentang otomotif, promosi usaha masing-masing, dan bersilahturahmi. Mereka rela mengorbankan hari libur untuk berkumpul dengan rekan komunitas.

Warga sekitar, Fuadi menceritakan, area persawahan Gondangsari menjadi pusat keramaian bagi para bikers sejak dua tahun lalu atau masa pandemi. Awalnya, titik kumpul Sunmori hanya terfokus di rest area Jegur yang sudah eksis sejak 2018. Itupun jumlahnya belum sebesar saat. "Karena booming maka banyak anak muda dari luar kota datang ke sini," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (25/12).

Seiring hal itu, lanjutnya, masyarakat menangkap peluang ekonomi munculnya fenomena Sunmori. Sejak dua tahun lalu banyak pemilik lahan untuk membangun warung atau kafe tempat nongkrong. Selain itu juga menyediakan area parkir yang lebih luas.

"Meskipun terkadang membuat jalan padat, tapi memang antusias para rider di tempat ini tinggi," kata pria yang juga pernah mengelola rest area Jegur. Bahkan dikabarkan oleh sang pemilik lahan, sepanjang sawah di belakang warung akan dibangun wisata stroberi.

Dijelaskan, penghasilan membuka warung tak main-main. Jika dikalkulasi satu minggu bisa mendulang omzet hingga Rp 5 juta. Biasanya pedagang menjual berbagai minuman, makanan ringan, hingga menu makanan berat. "Tapi kalau hari biasa paling hanya balik modal. Ramainya memang hanya Sabtu dan Ahad," ujar pria berkaus coklat itu.

Selain pengunjung lokal, para rider sebagian besar berasal dari Jogjakarta, Semarang, Boyolali, Purwodadi, Demak, bahkan hingga motor berplat K. Kebanyakan dari mereka adalah muda-mudi yang melampiaskan waktu libur untuk refreshing.

Salah satu rider asal Salatiga M Rabbani mengungkapkan Jalan Magelang-Salatiga menjadi area favorit. Sebab jalan yang berkelok dan mulus menyatu dengan pemandangan asri pertanian warga. Selain itu kawasan pegunungan begitu memanjakan mata. "Sejenak bisa plong dan bahagia. Lepas dari hiruk pikuk rutinitas kerja," pungkasnya. (mia/lis) Editor : Agus AP
#Kecamatan Pakis #wisata Kabupaten Magelang #Kabupaten Magelang #Sunmori #Gondangsari