Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan, kejadian itu diketahui warga yang hendak salat subuh. Didapati kotak amal raib dari tempat asalnya. Padahal sudah dipaku permanen dan menempel kuat di dinding luar musala sebelah pintu.
"Kemungkinan besar mencongkel menggunakan linggis. Dan pelaku pasti paham daerah sini," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang saat ditemui di Angkringan Nglaras Selasa (31/5).
Ia mengungkapkan, kejadian tersebut baru pertama kali menyasar musala As-Salam. Karena tidak ada CCTV pemantau, pelaku tidak bisa diidentifikasi. Ia menduga maling kotak amal itu melancarkan aksinya seorang diri sekitar pukul 02.00.
"Sebab tadi malam ada tetangga melihat satu orang menggunakan motor lalu lalang. Namun tidak mencurigai gelagat aneh," terangnya.
Sebelumnya, kata dia, kasus pencurian juga kerap terjadi di Masjid Jami Al Makmur Pedak, Bumirejo. Bahkan bisa terulang hingga tujuh kali. Terakhir kali sekitar dua bulan yang lalu. "Dari situlah mulai dipasang CCTV," imbuhnya.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Semarang di lokasi, memang benar terdapat bekas dinding tempat dipasangnya kotak amal dicongkel. Ada dua lubang bekas paku di dinding keramik masjid itu. Kemudian kotak amal diamankan di rumah warga untuk diperbaiki yang kebetulan sebagai perajin teralis. Terkait nominal tidak diketahui secara pasti. Namun berdasarkan saksi warga, jumlahnya lumayan banyak karena belum diambil sejak Lebaran lalu.
"Biasanya pelaku orang yang terhimpit ekonominya. Nekat mencuri kotak amal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," jelasnya. (mia/ton) Editor : Agus AP