Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Gunung Sumbing Tawarkan Keindahan Wisata Alam dan Buatan

Agus AP • Sabtu, 30 April 2022 | 01:29 WIB
Pemandangan Gunung Sumbing dari Nepal van Java yang berada di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kaliangkrik, Kabupaten Magaleng. (Istimewa)
Pemandangan Gunung Sumbing dari Nepal van Java yang berada di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kaliangkrik, Kabupaten Magaleng. (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID, Mungkid - Wilayah Gunung Sumbing di Kabupaten Magelang menawarkan beragam wisata. Baik wisata alam maupun buatan. Sejumlah wisata di sana pun menjadi favorit pengunjung ketika datang ke Kabupaten Magelang.
Wilayah Sumbing sejak awal memang terkenal dengan wisata alamnya.

Menawarkan pemandangan eksotik dan suasana pegunungan. Sebut saja Nepal van Java, Silancur Highland, Mangli Sky View, Nampan Sukomakmur. Serta wisata lain yang tersebar di Kecamatan Kaliangkrik, Bandongan, Kajoran, Windusari, Secang maupun Tempuran.

Di sana pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang Gunung Sumbing serta lahan pertanian warga. Pemandangan semakin elok jika cuaca cerah. Seiring berjalannya waktu, wisata di wilayah Gunung Sumbing pun semakin bervariatif. Muncul pula wisata buatan yang tak kalah menarik. Seperti Rumah Tenun, Taman Bunga Pagoda, Wana Mukti Si Guede dan wisata lain.

"Karena sekarang banyak bermunculan wisata baru, jadi semakin bervariatif. Ada wisata alam maupun buatan," ujar David Masruchan, koordinator Komunitas Sumbing Exotic Kabupaten Magelang.
Harga tiket sejumlah wisata di wilayah Gunung Sumbing pun cukup terjangkau, rata-rata hanya berkisar Rp 10 ribu. Sebanding dengan pengalaman berwisata yang ditawarkan.

Untuk memudahkan pengunjung berwisata, kini disediakan transportasi Jeep Willys. Pengunjung bisa menjelajahi beragam wisata di Gunung Sumbing menggunakan mobil klasik tersebut. "Jadi nanti ada beberapa paket mulai dari Rp 200 ribu," ujarnya.

Ditambahkan David, ke depan ada beberapa hal perlu dikembangkan. Yakni terkait wisata edukasi maupun desa wisata yang ada di wilayah Gunung Sumbing. "Jadi kayak desa wisata itu sebenarnya sudah ada. Tapi belum berkembang. Padahal banyak kaya tradisi, kebudayaan, edukasi pertanian dan lainnya," jelas David. (adv/disparpora kab magelang/man/web/lis) Editor : Agus AP
#Disparpora #Kabupaten Magelang