Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nenek 60 Tahun di Magelang Terperosok Masuk Sumur

R

Tim Basarnas Unit Borobudur dan Damkar Kabupaten Magelang saat mengevakuasi korban dari dalam sumur.
Tim Basarnas Unit Borobudur dan Damkar Kabupaten Magelang saat mengevakuasi korban dari dalam sumur.
  


Advertisement

RADARSEMARANG.ID, Mungkid - Nasib nahas dialami Siti Hayati, 60. Ia terperosok ke sumur sedalam 23 meter di dekat rumahnya. Awalnya, nenek warga Dusun Butuh, Desa Dlimas, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang ini berhasil diselamatkan oleh Tim Basarnas Unit Borobudur dan Damkar Kabupaten Magelang. Namun saat menjalani perawatan di RS Syubannul Wathon, korban akhirnya meninggal.

Koordinator Basarnas Unit Borobudur Basuki menjelaskan, korban diketahui tercebur sumur sekitar pukul 00.45. Belum diketahui awal kejadiannya. Warga mengetahui setelah korban berteriak minta tolong dari dalam sumur. Kejadian itu pun langsung dilaporkan warga ke polisi dan diteruskan ke Basarnas. Begitu menerima laporan, sekitar pukul 01.10, pihaknya tiba di lokasi.

Dikatakan, proses evakuasi sempat mengalami sejumlah kendala. Di antaranya, bibir sumur yang sempit, sehingga cukup merepotkan. “Selain itu, kondisi TKP juga gelap karena tengah malam dan minim lampu penerangan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Advertisement

Namun setelah berjibaku selama kurang lebih 30 menit, nenek Hayati berhasil dievakusi dalam kondisi selamat. Selanjutnya, korban dibawa ke RS Syubannul Wathon untuk penanganan lebih lanjut.

Basuki menjelaskan, kondisi korban saat dievakuasi tidak sadarkan diri. Kemungkinan ia mengalami kelelahan karena terus berteriak minta tolong dan suhu cukup dingin. Diduga karena itu, sekitar pukul 05.00 kemarin, korban akhirnya meninggal. “Korban meninggal setelah mendapatkan perawatan di RS,” katanya. (rfk/aro)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Terus Makan Korban, Jalur Padat Truk di Pasar Mangkang Bakal Dipasang Pita Kejut

Terus Makan Korban, Jalur Padat Truk di Pasar Mangkang Bakal Dipasang Pita Kejut

Pasar Mangkang menjadi titik rawan kecelakaan, karena berada di Jalan Pantura. Dishub Kota Semarang, berencana memasang pita kejut agar kendaraan bisa mengurangi kecepatan sekaligus menekan angka kecelakaan.

Gagal Menyalip, Innova Tabrak Truk di Tol Bawen–Salatiga, Sopir Luka Berat

Gagal Menyalip, Innova Tabrak Truk di Tol Bawen–Salatiga, Sopir Luka Berat

pengemudi Innova diduga berusaha menyalip dari lajur kanan. Namun jarak sudah terlalu dekat sehingga bagian depan mobil menghantam bagian belakang truk.

Ngebut di Tol: Dompet Tekor, Stres Melonjak, Risiko Naik 5 Kali Lipat!

Ngebut di Tol: Dompet Tekor, Stres Melonjak, Risiko Naik 5 Kali Lipat!

Kecepatan tinggi belum tentu membuat perjalanan jauh lebih cepat. Simulasi menunjukkan selisih waktu hanya sekitar 10–15 menit, sementara risiko kecelakaan fatal, konsumsi BBM, hingga kelelahan pengemudi meningkat drasti

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer