Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rata-rata mereka mengalami kesulitan menginput data dari rumah secara daring. Sehingga para calon peserta didik tersebut rela antre mengajukan akun di sekolah yang dituju.
Kepala SMA Negeri 1 Grabag Tatak Setyono mengatakan, untuk tahun ini kuota siswa baru di sekolahnya 324 orang yang terbagi dalam sembilan kelas. Namun hampir setiap hari calon peserta didik yang mengajukan akun selalu membeludak.
“Sejak Kamis (15/6) sampai Senin (19/6) siang tercatat sudah 855 calon siswa baru yang mengajukan pembuatan akun di SMAN 1 Grabag,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Petugas verifikator SMAN 1 Grabag Muhamad Kadafi menyampaikan, dari jumlah tersebut, yang terverifikasi tercatat di SMAN 1 Grabag kurang lebih 280 calon siswa.
Sedangkan untuk yang mengajukan akun jumlahnya pasti sudah banyak, namun yang verifikasi baru di angka tersebut.
“Untuk zonasi SMAN 1 Grabag itu ada enam kecamatan, yakni Grabag, Pringsurat, Windusari, Pakis, Ngablak, dan Secang,” jelasnya.
Ia menambahkan, tingginya calon siswa yang mengajukan pembuatan akun ke sekolah karena ada beberapa faktor.
Yakni, letak geografis di daerah Grabag dan sekitarnya yang cukup spesial (daerah pegunungan) pastinya terkendala sinyal, serta masih banyak orang tua yang kurang paham soal pendaftaran PPDB lewat online.
“Kemungkinan mereka takut tidak kedaftar kalau dari rumah, maka mereka lebih memilih datang ke sekolah. Meskipun banyak juga yang tujuannya bukan ke SMAN 1 Grabag,” ujarnya. (rfk/aro)
Advertisement
Advertisement
Radar SemarangIkuti
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement


