Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Advertisement
RADARSEMARANG.ID - Keluarga Yamaha RX, bukan cuma RX-King dan RX Special yang cukup populer dikalangan pecinta motor sport 2-Tak
Masih ada saudara dari keduanya yaitu Yamaha RX-Z yang juga juga sempat menarik oerhatian di era kejayaan motor 2-tak.
Advertisement
Yamaha RX-King dan RX-X, keduanya sama-sama dikenal sebagai motor 135 cc, tetapi memiliki konstruksi mesin, transmisi, dan karakter berkendara yang tidak sepenuhnya sama.
Advertisement
RX-King terkenal dengan akselerasi dan julukan Raja Jalanan. Sementara RX-Z menawarkan desain lebih aerodinamis, posisi berkendara sporty, serta karakter mesin yang menarik pada putaran menengah hingga atas.
Jadi aa saja perbedaan Yamaha RX-Z dan RX-King, dan mana yang lebih menarik bagi penggemar motor 2-tak klasik?
1. Sejarah Yamaha RX-Z dan RX-King di Indonesia
Yamaha RX-King lebih dahulu dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Motor ini mulai hadir pada 1983 dan kemudian berkembang menjadi salah satu motor sport 2-tak paling ikonik di Tanah Air.
Sementara itu, Yamaha RX-Z datang sebagai pilihan motor sport dengan desain berbeda. Model ini mulai masuk pasar Indonesia pada akhir dekade 1980-an melalui jalur impor dari Malaysia.
Kehadiran RX-Z memberikan alternatif bagi konsumen yang menginginkan motor sport dengan tampilan lebih modern dan aerodinamis.
Sayangnya, popularitas RX-Z di Indonesia tidak sebesar RX-King. Meski begitu, motor ini memiliki penggemar tersendiri, terutama di kalangan pencinta motor sport klasik.
2. Sama-Sama 135 cc, tetapi Konstruksi Mesin Berbeda
Salah satu hal paling menarik dari perbandingan Yamaha RX-Z dan RX-King adalah sektor mesin.
RX-Z menggunakan mesin satu silinder, dua langkah atau 2-tak dengan kapasitas sekitar 133 cc.
Konfigurasi bore dan stroke-nya adalah 56 x 54 mm. Sementara RX-King mempunyai kapasitas aktual sekitar 132 cc, meskipun lebih dikenal dengan sebutan 135 cc.
Motor ini menggunakan diameter piston 58 mm dan langkah piston 50 mm.Perbedaan konstruksi tersebut membuat karakter kedua mesin tidak sama.
RX-King dikenal memiliki respons akselerasi yang kuat pada putaran bawah hingga menengah. Sementara RX-Z mempunyai karakter yang lebih berorientasi pada putaran mesin menengah hingga atas.
Dengan demikian, meskipun kapasitas keduanya hampir sama, pengalaman berkendaranya dapat terasa berbeda.
3. Transmisi RX-Z Lebih Banyak Percepatan
Perbedaan lain yang menarik adalah sistem transmisinya. Yamaha RX-King menggunakan transmisi manual lima percepatan.
Sementara Yamaha RX-Z dikenal dengan transmisi enam percepatan pada versi yang banyak dibahas di Indonesia.
Kehadiran gigi tambahan memberikan pilihan rasio yang lebih rapat untuk mengatur putaran mesin ketika berkendara.
Karakter ini mendukung konsep RX-Z sebagai motor sport yang lebih berorientasi pada pengalaman berkendara sporty.
Namun, spesifikasi transmisi perlu dicocokkan dengan tahun produksi dan varian karena terdapat perbedaan informasi pada sejumlah catatan model RX-Z.
4. Desain RX-Z Lebih Sporty, RX-King Lebih Gagah
Dari segi penampilan, kedua motor mempunyai identitas yang cukup berbeda.
Yamaha RX-Z tampil dengan desain yang lebih meruncing dan aerodinamis.
Bagian depan menggunakan half fairing atau penutup lampu yang memberikan kesan motor sport modern pada masanya.
Tangki dan bodinya juga memiliki garis desain yang lebih tajam.
Posisi berkendaranya cenderung membuat pengendara sedikit lebih menunduk dibandingkan RX-King.
Sementara RX-King mempertahankan desain motor sport naked dengan tangki lebih berisi, lampu depan khas, serta bodi yang terlihat sederhana tetapi gagah.
Perbedaan ini membuat RX-Z lebih menarik bagi penggemar tampilan sport, sedangkan RX-King mempunyai daya tarik tersendiri bagi penyuka motor naked klasik.
5. Bagaimana Performa Kedua Motor?
Dalam urusan performa, RX-Z dan RX-King sama-sama mempunyai reputasi sebagai motor 2-tak yang responsif.
RX-King dikenal dengan akselerasi yang terasa kuat dan karakter mesin yang spontan ketika tuas gas diputar.
Sementara RX-Z memiliki karakter mesin yang menarik ketika putaran meningkat.
Konfigurasi mesin dan transmisi RX-Z memberikan karakter berkendara yang berbeda, terutama ketika digunakan pada perjalanan dengan kecepatan lebih konstan.
Namun, performa aktual kedua motor sekarang sangat dipengaruhi kondisi mesin, karburator, kompresi, sistem pengapian, knalpot, serta perawatan pemilik sebelumnya.
Karena itu, membandingkan performa RX-Z dan RX-King tidak cukup hanya berdasarkan spesifikasi ketika masih baru.
6. Mengapa RX-King Lebih Populer daripada RX-Z?
Walaupun mempunyai desain dan teknologi menarik, RX-Z tidak berhasil menyamai popularitas RX-King di Indonesia.
Salah satu faktor yang sering disebut adalah harga RX-Z yang relatif mahal pada masa pemasarannya.
Selain itu, karakter desain RX-King lebih dekat dengan selera konsumen yang menyukai motor sport sederhana dan mudah digunakan untuk berbagai aktivitas.
RX-King juga mempunyai basis pengguna yang besar, sehingga komunitas, bengkel, dan ketersediaan suku cadangnya berkembang luas.
RX-Z akhirnya menjadi model yang lebih jarang terlihat di jalanan Indonesia.
Namun, kelangkaan tersebut justru memberikan daya tarik tersendiri bagi penggemar motor klasik. (sls)
Advertisement
Radar SemarangIkuti
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement





