Suzuki TR-S, Motor Sport 2-Tak Jadul yang Bertahan hingga 1992, Ini Sejarahnya


RADARSEMARANG.ID - Setelah masa kejayaan Suzuki GP100 dan GP125 berakhir, Suzuki melanjutkan serie motor sport di era tahun 1980an dengan memproduksi Suzuki TR-S.
Suzuki TR-S sama dengan pendahulunya Suzuki GP100 dan GP125 adalah motor sport bermesin 2-Tak.
Dibanding Suzuki A100 atau keluarga Satria, motor Suzuki TR-S memamg kalah populer, namun TR-S memiliki perjalanan tersendiri dalam sejarah sepeda motor Suzuki di Indonesia.
Berdasarkan daftar resmi Suzuki Indonesia, TR-S mulai diproduksi pada 1982 dan mengakhiri masa produksinya pada 1992. Artinya, motor sport klasik ini bertahan selama sekitar satu dekade di pasar Indonesia.
Suzuki TR-S Hadir pada Awal Era 1980-an
Suzuki TR-S hadir setelah periode produksi keluarga GP100 dan GP125 berakhir pada 1980. Kehadirannya menjadi bagian dari perkembangan lini motor sport Suzuki di Indonesia.
Dari sisi desain, TR-S membawa karakter yang berbeda dibandingkan sejumlah motor sport era 1970-an. Bentuk tangki, lampu depan, panel instrumen, hingga beberapa bagian bodinya terlihat lebih tegas dan mengotak.
Gaya seperti ini memang banyak dijumpai pada kendaraan yang lahir pada era 1980-an. Desainnya tidak lagi terlalu membulat, tetapi mulai mengedepankan garis-garis yang lebih kaku.
Mengandalkan Mesin 2-Tak 118 cc
Salah satu varian yang dikenal di Indonesia adalah Suzuki TR-S 118. Data kendaraan dalam dokumen pemerintah juga mencatat keberadaan Suzuki TRS 118 cc dari tahun produksi 1982 hingga beberapa tahun berikutnya.
Baca Juga: Toyota Sienna Tarik 228 Ribu Mobil, Sandaran Jok Baris Kedua Bisa Terlepas Saat Kecelakaan!
Mesin 2-tak menjadi ciri utama motor ini. Karakter mesin seperti itu dikenal memiliki konstruksi relatif sederhana dibandingkan mesin 4-tak dengan kapasitas sejenis.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




