Tekan Angka Kematian Ibu di Temanggung, Balkesmas Ambarawa Gelar Workshop

266
CEGAH KEMATIAN IBU: Peserta workshop serius menerima materi workshop penurunan angka kematian ibu dari tim Balkesmas wilayah Ambarawa. (IST)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Tim Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Wilayah Ambarawa kembali turun ke lapangan. Aksi tersebut untuk melakukan sosialisasi dan penyuluhan, serta pembekalan baik kepada tim medis di wilayah kerja Balkesmas Ambarawa maupun ke masyarakat. Awal bulan ini, tim Balkesmas wilayah Ambarawa menggelar workshop upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di wilayah Temanggung. Sosialisasi di ikuti puluhan tenaga medis khususnya bidan, baik yang bertugas di Puskesmas, Rumah Sakit maupun relawan Posyandu se-wilayah Temanggung.

Kepala Balkesmas wilayah Ambarawa, dokter Sigit Armunanto mengungkapkan, workshop ini merupakan upaya pihaknya membantu Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Temanggung, dalam upayanya mengurangi angka kematian ibu, yang disebabkan oleh kelahiran. “Dengan workshop ini kita memberi pembekalan kepada tenaga medis, khususnya para bidan untuk mampu, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terutama untuk persalinan normal di puskesmas,” ungkap dokter Sigit Armunanto.

Peningkatan kualitas pelayanan ini, tambah Sigit, tidaklah berlebihan karena para bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan, terutama kepada ibu hamil dan melahirkan serta bayi bukan hanya dituntut berkualitas tapi juga paripurna. Hal ini, karena bidan merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan ditingkat dasar. “Teman-teman bidan ini adalah garda depan dalam membantu pemerintah menekan angka kematian ibu melahirkan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Temanggung, saat membuka kegiatan workshop mengatakan tentang pentingnya peran tenaga kesehatan di tengah masyarakat khususnya bidan, dalam membantu Pemerintah mengurangi angka kematian ibu melahirkan. “Peran bidan dalam masyarakat masih sangat dibutuhkan untuk memberikan pengertian akan kesehatan ibu hamil juga kesehatan janin yang ada di dalam kandungan maupun bayi yang baru lahir, untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan.”ungkapnya. (sls/web/ap)