RADARSEMARANG.ID, Magelang – Peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak perlu repot-repot lagi mengambil nomor pendaftaran di puskesmas maupun ke rumah sakit.
Pengambilan pendaftaran di fasilitas kesehatan (faskes) sudah bisa diakses melalui aplikasi Mobile JKN.
Dengan menu antrean online yang terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN, peserta dapat mengambil nomor antrean sebelum datang ke fasilitas kesehatan.
Caranya sangat mudah. Pengguna aplikasi dapat memilih menu Pendaftaran Pelayanan (Antrean) yang terdapat dalam aplikasi Mobile JKN.
Kemudian mengikuti langkah selanjutnya untuk memilih jenis faskes tujuan, yakni Faskes Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Faskes Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL).
Setelah memilih salah satu, pengguna dapat mengisi poli dan dokter yang dituju, serta mengisi keluhan yang dirasakan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Maya Susanti menjelaskan, pelayanan yang disebut dengan antrean online (antrol) ini ditujukan bagi seluruh pasien peserta program JKN. Layanan ini hanya bisa dinikmati ketika kepesertaan JKN aktif.
“Ini sebagai bentuk apresiasi kami kepada para peserta JKN yang menjaga keaktifan kepesertaannya, mereka bisa dengan mudah mengambil nomor antrean pendaftaran dari genggaman tangan, melalui aplikasi Mobile JKN,” terang Maya, Jumat (23/5/2025).
Disebutkan Maya, transformasi digital telah menjadi tulang punggung pelayanan modern BPJS Kesehatan.
Antrean online memungkinkan peserta tidak perlu lagi menunggu lama di fasilitas kesehatan.
“Dengan antrean online, peserta akan mendapatkan kepastian jam berapa mereka akan dilayani, sehingga bisa datang 30 menit sebelumnya, tanpa berlama-lama menunggu di faskes,” ujarnya.
Antrean online bukan hanya memecah antrean di faskes. Tapi juga mencegah terjadinya penularan penyakit kepada pasien, maupun anggota keluarga yang mengantar.
“Bayangkan saja, banyak sekali orang datang ke faskes dengan berbagai keluhan penyakit. Jika terlalu lama menunggu pelayanan di sana, ada kemungkinan terjadi penularan penyakit lain. Inilah yang mendasari BPJS Kesehatan menciptakan inovasi layanan antrean online,” terangnya.
Secara psikologis, menunggu terlalu lama membuat seseorang merasa jenuh atau bosan. Kondisi ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan masalah baru, seperti gangguan kecemasan, emosi tidak stabil, dan lainnya.
Sementara secara fisik, menunggu terlalu lama membuat seseorang kelelahan. Dalam situasi tertentu, seperti menunggu perawatan medis, dapat menyebabkan peningkatan risiko kesehatan atau memperburuk kondisi yang sudah ada.
“Kami mendorong peserta untuk aktif menggunakan aplikasi Mobile JKN, karena ini bisa memangkas waktu tunggu, menghindari kerumunan, dan meningkatkan efisiensi layanan,” tandasnya.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga sudah menerapkan sistem rujukan online. Layanan ini memberikan kemudahan bagi peserta dalam mendapatkan layanan kesehatan berjenjang.
Dengan sistem ini, peserta tidak perlu khawatir kehilangan atau lupa membawa surat rujukan, karena informasi rujukan sudah tersimpan secara online.
“Sistem ini memudahkan peserta untuk mencari fasilitas kesehatan yang sesuai dengan kompetensi, jarak, dan kapasitas rumah sakit. informasi rujukan ini bisa didapatkan melalui aplikasi Mobile JKN,” imbuhnya.
Maya menambahkan informasi lebih lanjut. Bahwa rujukan ini diberikan oleh dokter FKTP ke FKRTL atas indikasi medis. Artinya, rujukan diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan asesmen dokter umum, bukan atas permintaan peserta.
“Rujukan ini diberikan cukup satu saja, karena di rumah sakit ada mekanisme rujukan internal untuk pasien alih rawat dna konsultasi internal untuk pasien yang membutuhkan lebih dari satu dokter spesialis. Misalnya pasien kronis dengan diabetes mellitus disertai penyakit jantung, maka harus bertemu dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis jantung,” paparnya.
Peserta JKN asal Magelang, Daryoto, mengapresiasi inovasi BPJS Kesehatan. Menurutnya, antrean online membuat peserta memiliki kepastian jam pelayanan.
"Jadi nggak kemrungsung. Kadang sudah buru-buru dari rumah, ternyata di faskes masih nunggu lama. Karena ada antrean online, saya bisa datang sebelum nomor antrean dipanggil. Hemat waktu, hemat biaya. Terasa mudah dan cepat," pungkas bapak dua anak itu. (put/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi