RADARSEMARANG.ID, Magelang – Sela, warga Mungkid, Kabupaten Magelang punya pengalaman yang menyenangkan menggunakan BPJS Kesehatan. Ia menjalani operasi sesar secara gratis.
Padahal, prosedur operasi sesar yang dijalaninya menggunakan metode terbaru, yakni Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS).
ERACS merupakan prosedur operasi sesar dengan pendekatan khusus untuk mengoptimalkan kesehatan dan keamanan ibu dan bayi. Dengan metode ini, pemulihan dari persalinan sesar bisa dilakukan lebih cepat.
“Dua jam setelah operasi, saya sudah bisa jalan-jalan,” aku Sela, saat mendaftarkan anak pertamanya itu menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), di kantor pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Magelang, Jumat (29/4/2024).
Sela bercerita, ia dirujuk oleh bidan puskesmas karena ukuran panggulnya yang sempit. Jika dipaksakan menjalani proses persalinan normal, maka berisiko terhadap keselamatan Sela maupun bayinya. Setelah mendapat edukasi dari bidan, Sela sepakat dirujuk.
“Akhirnya saya dirujuk ke RS Merah Putih,” imbuhnya.
Sebelum menjalani operasi, Sela memastikan kepesertaannya aktif. Karena dirinya tahu, menjalani operasi tanpa penjaminan BPJS Kesehatan membutuhkan biaya yang sangat mahal. Sementara jika pakai BPJS Kesehatan, Sela cukup membayar iuran bulanan saja.
Sela pun berangkat menuju RS Merah Putih. Sampai di rumah sakit pelat merah tersebut, Sela disambut oleh petugas administrasi.
Rujukannya telah diterima. Dokter dan perawat langsung memberikan penanganan pada Sela.
"Pelayanannya bagus, saya tidak dibiarkan menunggu lama-lama dan langsung mendapat ruang kamar," imbuhnya.
Di ruang perawatan, Sela mempersiapkan diri untuk menjalani operasi. Pertama, perawat mengecek tekanan darah, suhu tubuh, dan lainnya.
Kemudian memberikan informasi soal jadwal tindakan operasi, termasuk nama dokter yang akan menanganinya. "Informasi yang diberikan juga jelas," tandasnya.
Pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit sebelum dirinya menjalani operasi telah membuatnya merasa nyaman. Ia mampu menghadapi proses persalinan sesar dengan tenang dan nyaman.
Tiba di ruang operasi, Sela kembali ditenangkan oleh perawat yang membantu dokter. Ia harus bisa terjaga dalam kondisi tenang, agar tidak memengaruhi tekanan darah maupun debar jantungnya.
Setidaknya, ia melihat ada satu dokter dan tujuh asisten dokter yang menangani operasi sesarnya.
"Saya merasa, mereka sangat profesional dalam menangani pasien, meskipun saya pakai BPJS," akunya.
Ia pun makin mantap menjalani operasi. Ia bersyukur, persalinan pertamanya itu berjalan lancar.
Dokter rumah sakit juga masih memantau kesehatannya, pascamelahirkan. Ia mendapat jatah kontrol selama tiga kali.
Kesempatan itu ia gunakan dengan baik. Setelah jatah kontrol rumah sakit habis, ia disarankan untuk kontrol rutin ke puskesmas, sampai kondisinya baik.
"Sampai saat ini, saya tidak mengeluarkan biaya apapun untuk persalinan dan kontrol. Semua gratis ditanggung BPJS," imbuhnya.
Dari pengalamannya ini, Sela menyadari pentingnya memiliki jaminan sosial kesehatan. Apalagi untuk ibu hamil yang ingin mempersiapkan generasi emasnya.
Dengan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ibu hamil mendapatkan pemeriksaan gratis selama sembilan bulan kehamilan. Pemeriksaan di masa kehamilan merupakan titik penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Maya Susanti mengimbau kepada ibu hamil untuk menggunakan BPJS Kesehatan untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat.
Bidan puskesmas akan memberikan obat tablet penambah darah bagi bagi calon ibu. Tablet darah tersebut dikonsumi selama masa kehamilan, guna mencegah bayi cacat, prematur, maupun bayi stunting.
Tablet darah juga mencegah ibu hamil mengalami anemia atau kekurangan darah.
"BPJS Kesehatan memiliki komitmen untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, serta menangani stunting," imbuhnya.
Pencegahan merupakan upaya promotif dan preventif BPJS Kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Persalinan yang sehat turut menekan biaya pelayanan yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan kepada faskes.
"Jika ibu dan bayinya sehat, tentunya tidak akan muncul biaya penanganan yang lainnya, seperti biaya untuk perawatan di ruang ICU maupun di NICU," imbuhnya. (put/bis/web/bss)
Editor : Baskoro Septiadi