Sebelum melaksanakan pembersihan, sekitar 80 umat Tri Dharma Liong Hok Bio Kota Magelang melakukan upacara Sang An atau Toa Pekong Naik terlebih dahulu di Kelenteng TITD Liong Hok Bio Magelang.
“Ibadah Sang An merupakan ibadah untuk mengantarkan dewa dapur dan para dewa lainnya naik ke atas,” jelas Wakil Ketua Harian Yayasan Tri Bhakti Magelang Gunawan Minggu (15/1).
Gunawan menjelaskan, rangkaian upacara diawali dengan sembahyang pembuka yang dipimpin oleh Pandita Liem Wui Hiung.
Sembahyang berlangsung di depan altar utama serta di dapur kelenteng. Untuk di dapur dimaksudkan mengantarkan Dewa Dapur melaporkan segala tindak tanduk umat menuju langit.
Di TITD Liong Hok Bio Magelang terdapat 11 kimsin dan 13 altar. Pembersihan ini dilakukan oleh umat yang sudah diberikan tanggung jawab di masing-masing kimsin.
Mereka yang bertanggung jawab terhadap masing-masing kimsin atau patung dewa dewi harus berpantang makan daging sehari sebelumnya.
“Jadi yang bertugas membersihkan kimsin harus umat yang sehari sebelumnya menjalankan Ciak Jai atau menjadi vegetarian,” jelasnya.
Ia menyampaikan, pada Imlek 2574 Kongzili atau menurut penanggalan Tiongkok merupakan tahun kelinci emas. Di tahun kelinci emas ini, manusia harus lebih waspada di segala hal, namun ia juga berharap di tahun ini ada perubahan.
Kelinci ini merupakan perlambang hewan yang lembut, pendiam, serta lincah dan kelinci ini juga merupakan simbol kebahagiaan. Namun, kelinci merupakan hewan yang mudah dimangsa.
“Jadi kita berharap dan berpesan di tahun ini selain muncul kebahagiaan, kita juga harus selalu waspada di segala hal,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu umat, Devi Anggreini, mengaku sangat senang. Apalagi ini merupakan kegiatan satu tahun sekali.
Ia juga menyampaikan, sebelum melakukan pembersihan dan penyucian kimsin ini harus menjalankan Ciak Jai atau menjadi vegetarian sehari sebelumnya.
“Senang kegiatan sudah kembali normal lagi, cuma tetap prokes,” ungkapnya. (rfk/ton) Editor : Agus AP