Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program JKN Terbukti Ringankan Beban Hasta Sekeluarga

P
Penulis: Puput Puspitasari❯
Pri Hasta dan Istikanah menunjukkan aplikasi Mobile JKN yang diunduh setelah mengikuti sosialisasi dari BPJS Kesehatan Cabang Magelang, Rabu (11/12/2024). PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR SEMARANG
Pri Hasta dan Istikanah menunjukkan aplikasi Mobile JKN yang diunduh setelah mengikuti sosialisasi dari BPJS Kesehatan Cabang Magelang, Rabu (11/12/2024). PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pri Hasta berharap program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus berkelanjutan. Bagaimana tidak, sebagai penyandang disabilitas seperti dirinya, Hasta—begitu akrab disapa—mengaku memiliki banyak keterbatasan.


Advertisement

Pendapatannya tak tentu dari jasa memperbaiki barang-barang elektronik. Jika ramai, dapurnya bisa ngebul.

Kalau sepi, ia harus hidup lebih irit. Beruntung, ia, istri, dan anaknya, tercatat sebagai penerima bantuan iuran (PBI) program JKN. Setiap bulan, tak lagi kepikiran untuk membayar iuran.

Meski sudah terlindungi program JKN dan tak terbebani iuran bulanan, sesekali ia masih merasa cemas.

Advertisement

Kenapa ? Hasta masih harus menyediakan uang transportasi menuju ke fasilitas kesehatan (faskes), jika ia atau anggota keluarganya sakit.

Toh begitu, Hasta masih merasa lebih beruntung karena tak perlu menguras kantongnya untuk mencukupi biaya berobat.

“Tapi perasaan leganya masih lebih banyak, karena saya tidak kepikiran dengan besarnya biaya pengobatan, karena semua gratis, sudah ditanggung BPJS Kesehatan,” ujar Hasta, Rabu (11/12/2024).

Advertisement

Sebelum beralih menjadi penerima bantuan JKN, Hasta merupakan penerima Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Pria 52 tahun itu baru tahu menjadi peserta JKN setelah seseorang mengantar Kartu Indonesia Sehat (KIS) ke rumahnya.

“Tahu-tahu ada yang datang mengantar kartu KIS ke rumah, dan memberi tahu, kalau saya dan istri sudah menjadi peserta JKN,” imbuh warga Kota Magelang itu.

Senang bukan kepayang. Ia menerima bantuan itu dengan penuh rasa syukur. Ia bisa berobat ke faskes tanpa repot melapor ke dinas terkait, jika dirinya membutuhkan pengobatan.

Ia pernah menggunakan JKN untuk berobat ke rumah sakit, karena jatuh. Yang paling sering, ia gunakan untuk berobat di puskesmas, karena merasakan badan lemas.

“Kadang badan saya tiba-tiba lemas. Kalau kondisinya seperti itu, saya langsung periksa ke puskesmas,” ungkapnya.

Sudah bertahun-tahun menggunakan JKN untuk berobat, Hasta tidak pernah menemukan kendala serius.

Dari pengalaman yang dia alami, Hasta merasakan pelayanan bagi pasien BPJS Kesehatan semakin bagus.

“Bagus, yang melayani ramah-ramah. Obatnya juga cocok,” akunya.

Istri Hasta, Istikanah, juga merasakan manfaat dari program JKN. Ia sering mengeluh pusing, dan periksa ke puskesmas.

Begitu juga dengan anaknya, Khafifah Hasna Maulida, memanfaatkan program JKN untuk berobat di rumah sakit.

Istikanah menceritakan, anaknya mengalami diare dan muntah, sehingga harus mendapatkan pertolongan yang serius. Karena punya JKN, ia tidak perlu menunda-nunda untuk membawa anaknya berobat medis.

“Anak saya dirawat selama lima hari, setelah kondisinya benar-benar membaik, dokter memperbolehkan pulang,” terang Isti.

Selama menemani anaknya menjalani perawatan di rumah sakit, Isti tidak merasakan adanya diskriminasi. Pelayanan yang didapatkan setara, meskipun anaknya merupakan peserta JKN kelas 3. “Anak saya ditangani dengan baik. Saya berterima kasih sekali,” tuturnya.

Dia juga merasa beruntung mendapatkan undangan untuk mengikuti sosialisasi kemudahan akses layanan administrasi program JKN bagi disabilitas yang diselenggarakan BPJS Kesehatan Cabang Magelang dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang.

Kegiatan ini menambah informasi seputar hak dan kewajiban sebagai peserta JKN, juga inovasi-inovasi yang dilakukan BPJS Kesehatan.

Ia pun tertarik menggunakan aplikasi Mobile JKN. Saat itu juga, ia langsung mengunduh aplikasi Mobile JKN.

“Ternyata dengan aplikasi Mobile JKN, mengurus apapun tentang BPJS Kesehatan jadi lebih mudah dan cepat,” imbuhnya.

Dia berharap, BPJS Kesehatan tidak berhenti membuat inovasi. Karena aplikasi Mobile JKN sangat memberikan kemudahan bagi masyarakat, apalagi bagi disabilitas. (put/web/bas)

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer