Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melukis Alam, Seniman Tangkap Perasaan Kesedihan Dalam Diam

P
Penulis: Puput Puspitasari❯

SARAT MAKNA : Gary Hadameon (topi merah) bersama ibunya, Wulan, menunjukkan lukisan berjudul
SARAT MAKNA : Gary Hadameon (topi merah) bersama ibunya, Wulan, menunjukkan lukisan berjudul

 


Advertisement

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG - Sebanyak 40 karya dari 12 seniman Magelang-Jogjakarta menghiasi Gedung Lokabudaya, Alun-alun Selatan Kota Magelang.

Puluhan karya itu terbingkai dalam tema "Tol Kayangan : Explore Explore The Beauty Of Nature".

Pameran seni rupa Gary Hadameon Friendship Painting #2 masih berlangsung sampai 30 Mei mendatang.

Menariknya, karya-karya yang dipamerkan itu merupakan lukisan on the spot di tempat wisata Tol Kayangan Magelang (saat ini berubah nama Negeri Kahyangan).

Terdapat bermacam-macam jenis lukisan yang ditampilkan, seperti lukisan realis berupa gunung, hutan, dan awan. Serta lukisan abstrak yang penuh makna.

Misalnya saja seperti lukisan abstrak berjudul "Silent" karya Gary Hadameon. Ia mencurahkan perasaannya kedalam karya tersebut.

Advertisement

Dengan pemilihan warna terang dan gelap, ia mampu menghadirkan keceriaan dan kesenangan yang bercampur kesedihan dalam diamnya perasaan manusia.

"Gary merupakan penyimak yang baik. Dia menyimak kesan-kesan dari tempat-tempat yang ia datangi dan hal itu dia tuangkan melalui lukisan-lukisannya itu," ucap Wulan, ibunda Gary sembari menunjuk salah satu lukisan yang terpajang, Kamis (23/5).

Proses dalam menyelesaikan lukisan dikatakan sulit oleh sang kurator pameran, A Anzieb.

Katanya, lukisan dengan tema keindahan alam tersebut memiliki tantangan yakni bagaimana si pelukis dapat menangkap cahaya yang dilihat dan harus dituangkan dalam karya.

Selain itu, seniman harus menguasai dari setiap hal kecil yang dilihatnya dan dituanhkan dalam karya yang ingin dibuat.

"Lukisan itu diambil pagi, tapi kalau dilihat hasilnya kok seperti siang hari. Nah itu belum berhasil menurut saya, apalagi ini lukisan on the spot yang harus melihat apa yang tidak tampak mata" terangnya.

Advertisement

Acara ini pun menjadi spesial, karena dihadiri kolektor ternama di Indonesia, yakni Dokter Oei Hong Djien.

Kolektor barang seni asal Kota Magelang itu pun memberi semangat dan dukungan terhadap para seniman.

Ia sangat bergembira melihat event yang menghargai para seniman, khususnya di Kota Magelang.

Ia berharap, masyarakat Magelang yang  menyukai  karya seni rupa menjadi lebih banyak. Seniman pun tetap hidup.

"Di Magelang tembok-tembok rumah masyarakatnya belum sampai tahap dipajangi seni lukis, semoga nanti lebih banyak yang mengagumi," imbuhnya.

Baca Juga: Gokil! Bak Seniman Jalanan, Guru ini Ajarkan Muridnya Membuat Graffiti

Tak hanya medapat kesan baik dari para seniman ternama di Kota Magelang, pameran ini juga disambut hangat oleh masyarakat umum yang hadir.

Salah satunya, Farhan Masking. Pemuda 22 tahun itu terkesima dengan karya-karya yang terpajang.

Ia mengaku menyukai lukisan abstrak yang ia lihat. Dia memuji perpaduan warna yang indah dan menarik dari lukisan tersebut.

"Bagus sekali, saya senang melihat pameran lukisan seperti ini apalagi jika ada di Kota Magelang. Tidak perlu jauh-jauh untuk melihatnya," ungkapnya.

Pantauan Koran ini, pameran tersebut mendapat respon positif dari berbagai pihak. Kegiatan tersebut pun bertambah seru dengan penampilan akustik lagu dari Bayu Wardhana dan candaan para seniman senior yang hadir. (put)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer