Gerakan Inversi Tumbuhkan Keberanian

Awet Muda dengan Swing Yoga

709
LATIH KELENTURAN : Salah seorang peserta kelas yoga melakukan gerakan dalam basic swing dan inversi. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)
LATIH KELENTURAN : Salah seorang peserta kelas yoga melakukan gerakan dalam basic swing dan inversi. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Beberapa tahun terakhir yoga berkembang cukup pesat di Indonesia. Tak ketinggalan juga di Semarang. Swing yoga menjadi salah satu jenis yang belakangan kian populer. Berbagai gerakan yang dilakukan dengan bantuan swing atau hammock diyakini memberikan berbagai manfaat baik untuk kebugaran, perbaikan postur tubuh maupun kesehatan jiwa.

Instruktur Yoga, Gusti Puspa mengungkapkan, swing yoga terbagi menjadi tiga tahapan dalam tiap sesinya. Tahap pertama dimulai dengan basic atau theraphy swing. Gerakan-gerakan yang dilakukan bertujuan sebagai terapi memperbaiki postur tubuh.

“Di tahap awal ini efek terapi akan sangat terasa, karena kita belajar mengaplikasikan gerakan-gerakan yoga yang benar. Gerakan-gerakan yang memanjangkan tulang belakang ini berguna untuk memperbaiki sistem saraf,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di Studio Qita Yoga yang berada di Bumi Wanamukti, baru-baru ini.

Berikutnya memasuki tahapan fitness swing. Tahap kedua ini menitikberatkan pada pengulangan gerakan. Dengan tujuan menguatkan otot kaki, otot perut maupun otot lengan, tergantung dari pose yang dilakukan.

Kemudian dipungkasi oleh tahapan fun swing. Pose-pose bersifat inversi banyak dilakukan dalam tahapan ini. Yaitu pose-pose yang menempatkan posisi kepala lebih rendah dibanding posisi jantung. Sehingga darah akan lebih banyak mengalir ke area kepala.

“Tahapan akhir ini porsi waktunya lebih sebentar dibanding dua tahap sebelumnya. Berbagai gerakan inversi tersebut juga dapat membuat awet muda. Selain itu juga menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri, karena kita melakukan pose-pose yang cukup menantang,” ujarnya.

Namun demikian, jenis yoga ini disarankan tidak dilakukan oleh mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, pengidap penyakit mata glaukoma dan mereka yang tengah mengandung. Selain itu diharapkan juga istirahat cukup dan tidak makan terlalu banyak sebelum melakukan swing yoga.

“Untuk melakukan swing yoga khususnya gerakan-gerakan inversi dibutuhkan konsentrasi dan keseimbangan. Jadi harus dalam kondisi yang fit, karena bila kelelahan, kurang istirahat atau malam sebelumnya kurang tidur, dikhawatirkan konsentrasi berkurang dan lebih mudah kehilangan keseimbangan,” ujarnya.

Untuk mencegah cidera, bagi para pemula juga sangat disarankan untuk berlatih dengan didampingi oleh profesional, termasuk juga penggunaan properti swing yang telah berlisensi dan tidak sembarangan. (dna/ric)