alexametrics

Komunitas Railfans Daop Empat Getol Edukasi Pengendara agar Tak Terobos Palang KA

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Hobi tak melulu menjadi media untuk melepas penat atau bersenang-senang. Hobi bisa menjadi sarana edukatif. Seperti Komunitas Railfans Daop Empat (KRDE) ini. Kecintaannya terhadap kereta api (KA) sejalan dengan upaya menekan angka kecelakaan di perlintasan KA.

Railfans sendiri merupakan komunitas pencinta kereta api. Terbentuk pada 20 Agustus 2011, di bawah naungan PT Kereta Api Indonesia Daop Empat Semarang. Selain menyukai moda transportasi KA maupun miniaturnya, komunitas ini juga getol mengedukasi masyarakat. Taat berlalu lintas ketika melewati perlintasan KA.

“Kecelakaan sering terjadi di perlintasan yang dijaga ataupun tidak, kita getol melakukan sosialisasi ini agar tidak lagi jatuh korban,” kata penasihat KRDE Noviar Yudho Prasetyo.

Baca juga:  Tiga Jam Sebelum Keberangkatan, Calon Penumpang KA Sudah Harus Rapid Test

Pria yang akrab disapa Noviar ini menilai, kegiatan sosialisasi ini wajib dilakukan sebagai wujud kecintaan KRDE kepada KA. Tak jarang komunitas ini turun ke jalan dan perlintasan KA. Membentangkan spanduk berisi imbauan kepada pengendara untuk tak menerobos palang pintu ketika sudah ditutup.

Niat baik tersebut memang tak selalu berjalan mulus. Ada saja pengendara yang masih mencibir. Namun tak sedikit yang mengapresiasi aksi KRDE.

Ia mengenang, komunitas ini terbentuk karena kumpulan orang yang punya hobi yang sama tentang perkeretaapian. Misalnya suka melihat ataupun naik KA, dokumentasi foto dan video KA, hingga yang mengumpulkan pernak-pernik perkeretaapian seperti miniatur.

“Sebelum pandemi, kita sering bareng-bareng naik KA. Misalnya saat Ciremai dilaunching, kita pertama kali ikut KA itu untuk ke Bandung. Juga beberapa KA lainnya,” bebernya.

Baca juga:  Libur Nataru, PT KAI Siapkan 12 KA Tambahan, Apa Saja?

Jumlah anggota KRDE saat ini sekitar 200 orang. Namun hanya 50-an yang aktif. Anggotanya dari berbagai kalangan. Mulai dari anak kecil sampai orang tua. Kalangan pelajar hingga pengusaha. Anggota ini tersebar di beberapa kota, selain Semarang, ada juga yang dari Tegal, Pekalongan, Ambarawa, Cepu, Grobogan, dan lainnya.

“Kami biasa sharing terkait info perkeretaapian dan kopdar di Stasiun Alastua. Selain itu juga berkomunikasi dengan petugas stasiun dan lainnya untuk menambah pengetahuan,” ujarnya.

KRDE juga kerap napak tilas ke beberapa gedung ataupun bekas stasiun tua di beberapa kota. “Kita masih lakukan kopdar namun secara daring. Semoga pandemi berakhir sehingga kami bisa naik kereta ataupun melakukan kegiatan sosial lainnya,” harap Noviar. (den /zal)

Baca juga:  Pisau itu Alat untuk Membantu Manusia, Bukan Senjata

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya